Senin, 03 Mei 2010

Dialog Iblis dengan Nabi Muhammad SAW

Iblis Terpaksa bertamu kepada Rasulullah SAWdari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba – tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? sebab kalian akan membutuhkanku. “

Rasulullah bersabda:”Tahukah kalian siapa yang memanggil?“

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.“

Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah“

Nabi menahannya:”Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.“

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapa 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad,…. . salam untukmu para hadirin…“

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?“

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.“

“Siapa yang memaksamu?“

“Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.“
oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.“

OrangYang Dibenci IblisRasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: ” Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?“
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”“lalu siapa lagi?“

“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

“Lalu siapa lagi?“

“Orangyang selalu bersuci.“

“Siapa lagi?“

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.“
“apa tanda kesabarannya?“

“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar.“

“Selanjutnya apa?“

“Orang kaya yang bersyukur.“

“apa tanda kesyukurannya?”

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?“
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.“

“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.“

“Usman bin Affan?“

“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali bin Abi Thalib?“

“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?“

“aku merasa panas dingin dan gemetar.“

“Kenapa?“

“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.“
“Jika seorang umatku berpuasa?“

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji?“

“Aku seperti orang gila.“
“Jika ia membaca al-Quran?“

“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.“

“Jika ia bersedekah?“
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“mengapa bisa begitu?“

“sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.“

“apa yang dapat mematahkan pinggangmu?“

“suara kuda perang di jalan Allah.“

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?“

“taubat orang yang bertaubat.“

“apa yang dapat membakar hatimu?“

“istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

“sedekah yang diam – diam.“

“Apa yang dapat menusuk matamu?“

“Shalat fajar.“

“Apa yang dapat memukul kepalamu?“

“Shalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?“

“Majelis para ulama.“

“bagaimana cara makanmu?“

“dengan tangan kiri dan jariku.“

“dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?“

“di bawah kuku manusia.”

Manusia Yang Menjadi Teman IblisNabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?“

“Pemakan riba.“

“Siapa sahabatmu?“

“Pezina.“

“Siapa teman tidurmu?“

“Pemabuk..”

“Siapa tamumu?“

“Pencuri.“

“Siapa utusanmu?“

“Tukang sihir.“
“Apa yang membuatmu gembira?“

“Bersumpah dengan cerai.”

“Siapa kekasihmu?“

“Orangyang meninggalkan shalat jumaat“

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?“
“orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

IblisTidak Berdaya Di hadapan Orang Yang IkhlasRasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.“

Iblis segera menimpali:” tidak, tidak… tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir..
Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.
Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua.
Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”

“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.“

IblisDibantu oleh 70.000 anak – anaknya
Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang – orang tua, sebagian untuk menggangu wanita – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaithan juga berkata,”keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

mereka, anak – anakku seleu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.Cara Iblis MenggodaTahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barang siapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah(gosip) dan Namimah(Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya ke mukanya..

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ‘shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedanga aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?“

10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT
“berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”

“10 macam“

“apa saja?”

“aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, “Orang – orang bros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27)

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silahkan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : “wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.”

jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.

sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.

kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :”mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)
juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata: “wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin pendudk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk – mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.“

Jumat, 30 April 2010

Bentuk Telapak Tanganmu adalah:

Bentuk Telapak Tanganmu adalah:

* Lebar, bentuk telapak persegi dengan jari berukuran pendek
* Berkulit tebal, dengan warna yang agak gelap
* Garis tangan jelas, lurus, dan dalam

* Persegi atau segilima dengan jari yang panjang-panjang
* Kulitnya kering
* Garis tipis dan jelas

* Telapak berbentuk panjang, kadang berbentuk oval dengan jari2 yang panjang
* Berkulit telapak halus dan agak lembab
* Banyak garis tangan dan kebanyakan nggak jelas

* Persegi atau Segi lima dengan jari yang pendek
* Hangat, berkeringat dan kulit telapak berwarna merona
* Banyak garis

Selasa, 20 April 2010


Sesudah shalat malam bersama, beberapa santri yang besok pagi diperkenankan pulang kembali ke tengah masyarakatnya, dikumpulkan oleh Pak Kiai dimasjid. Seperti biasanya, Pak Kiai bukannya hendak memberi bekal terakhir, melainkan menyodorkan pertanyaan-pertanyaan khusus, yang sebisa mungkin belum usah terdengar dulu oleh para santri lain yang masih belajar di pesantren. "Agar manusia di muka bumi ini memiliki alat dan cara untuk selamat kembali ke Tuhannya,

**" berkata Pak Kiai kepada santri pertama, "apa yang Allah berikan kepada manusia selain alam dan diri manusia sendiri?" "Agama," jawab santri pertama. "Berapa jumlahnya?" "Satu." "Tidak dua atau tiga?" "Allah tak pernah menyebut agama atau nama agama selain yang satu itu, sebab memang mustahil dan mubazir bagi Allah yang tunggal untuk memberikan lebih dari satu macam tuntunan."

** Kepada santri kedua Pak Kiai bertanya, "Apa nama agama yang dimaksudkan oleh temanmu itu?" "Islam." "Sejak kapan Allah mengajarkan Islam kepada manusia?" "Sejak Ia mengajari Adam nama benda-benda." "Kenapa kau katakan demikian?" "Sebab Islam berlaku sejak awal mula sejarah manusia dituntun. Allah sangat adil. Setiap manusia yang lahir di dunia, sejak Adam hingga akhir zaman, disediakan baginya sinar Islam." "Kalau demikian, seorang Muslimkah Adam?" "Benar, Kiai. Adam adalah Muslim pertama dalam sejarah umat manusia."

** Pak Kiai beralih kepada santri ketiga. "Allah mengajari Adam nama benda-benda," katanya, "bahasa apa yang digunakan?" Dijawab oleh santri ketiga, "Bahasa sumber yang kemudian dikenal sebagai bahasa Al-Qur'an." "Bagaimana membuktikan hal itu?" "Para sejarahwan bahasa dan para ilmuwan lain harus bekerja sama untuk membuktikannya. Tapi besar kemungkinan mereka takkan punya metode ilmiah, juga tak akan memperoleh bahan-bahan yang diperlukan. Manusia telah diseret oleh perjalanan waktu yang sampai amat jauh sehingga dalam kebanyakan hal mereka buta sama sekali terhadap masa silam." "Lantas bagaimana mengatasi kebuntuan itu?" "Pertama dengan keyakinan iman. Kedua dengan kepercayaan terhadap tanda-tanda yang terdapat dalam kehendak Allah." "Maksudmu, Nak?" "Allah memerintahkan manusia bersembahyang dalam bahasa Al-Qur'an. Oleh karena sifat Islam adalah rahmatan lil 'alamin, berlaku universal secara ruang maupun waktu, maka tentulah itu petunjuk bahwa bahasa yang kita gunakan untuk shalat adalah bahasa yang memang relevan terhadap seluruh bangsa manusia. Misalnya, karena memang bahasa Al-Qur'anlah yang merupakan akar, sekaligus puncak dari semua bahasa yang ada di muka bumi."

** "Temanmu tadi mengatakan," berkata Pak Kiai selanjutnya kepada santri keempat, "bahwa Allah hanya menurunkan satu agama. Bagaimana engkau menjelaskan hal itu?" "Agama Islam dihadirkan sebagaimana bayi dilahirkan," jawab santri keempat, "Tidak langsung dewasa, tua atau matang, melainkan melalui tahap-tahap atau proses pertumbuhan." "Apa jawabmu terhadap pertanyaan tentang adanya berbagai agama selain Islam?" "Itu anggapan kebudayaan atau anggapan politik bukan anggapan akidah." "Apakah itu berarti engkau tak mengakui eksistensi agama-agama lain?" "Aku mengakui nilai-nilai yang termuat dalam yang disebut agama-agama itu --sebelum dimanipulasikan-- sebab nilai-nilai itu adalah Islam jua adanya pada tahap tertentu, yakni sebelum disempurnakan oleh Allah melalui Muhammad rasul pamungkasNya. Bahwa kemudian berita-berita Islam sebelum Muhammad itu dilembagakan menjadi sesuatu yang disebut agama --dengan, ternyata, berbagai penyesuaian, penambahan atau pengurangan-- sebenarnya yang terjadi adalah pengorganisasian. Itu bukan agama Allah, melainkan rekayasa manusia."

** Pak Kiai menatapkan matanya tajam-tajam ke wajah santri kelima sambil bertanya, "Agama apakah yang dipeluk oleh orang-orang beriman sebelum Muhammad?" "Islam, Kiai." "Apa agama Ibrahim?" "Islam." "Apa agama Musa?" "Islam." "Dan agama Isa?" "Islam." "Sudah bernama Islamkah ketika itu?" "Tidak mungkin, demikian kemauan Allah, ada nama atau kata selain Islam yang sanggup mewakili kandungan-kandungan nilai petunjuk Allah. Islam dan kandungannya tak bisa dipisahkan, sebagaimana api dengan panas atau es dengan dingin. Karena ia Islam, maka demikianlah kandungan nilainya. Karena demikian kandungan nilainya, maka Islamlah namanya. Itu berlaku baik tatkala pengetahuan manusia telah mengenal Islam atau belum."

** "Maka apakah gerangan arti yang paling inti dari Islam?" Pak Kiai langsung menggeser pertanyaan kepada santri keenam. "Membebaskan," jawab santri itu. "Pakailah kata yang lebih memuat kelembutan!" "Menyelematkan, Kiai." "Siapa yang menyelamatkan, siapa yang diselamatkan, serta dari apa dan menuju apa proses penyelamatan atau pembebasan itu dilakukan?" "Allah menyelamatkan manusia, diaparati oleh para khulafa' atas bimbingan para awliya dan anbiya. Adapun sumber dan tujuannya ialah membebaskan manusia dari kemungkinan tak selamat kembali ke Allah. Manusia berasal dari Allah dan sepenuhnya milik Allah, sehingga Islam --sistem nilai hasil karya Allah yang dahsyat itu-- dimaksudkan untuk membebaskan manusia dari cengkeraman sesuatu yang bukan Allah." "Apa sebab agama anugerah Allah itu tak bernama Salam, misalnya?" "Salam ialah keselamatan atau kebebasan. Itu kata benda. Sesuatu yang sudah jadi dan tertentu. Sedangkan Islam itu kata kerja. Berislam ialah beramal, berupaya, merekayasa segala sesuatu dalam kehidupan ini agar membawa manusia kepada keselamatan di sisi Allah."

** Pak Kiai menuding santri ketujuh, "Tidakkah Islam bermakna kepasrahan?" "Benar, Kiai," jawabnya, "Islam ialah memasrahkan diri kepada kehendak Allah. Arti memasrahkan diri kepada kehendak Allah ialah memerangi segala kehendak yang bertentangan dengan kehendak Allah." "Bagaimana manusia mengerti ini kehendak Allah atau bukan?" "Dengan memedomani ayat-ayatNya, baik yang berupa kalimat-kalimat suci maupun yang terdapat dalam diri manusia, di alam semesta, maupun di setiap gejala kehidupan dan sejarah. Oleh karena itu Islam adalah tawaran pencarian yang tak ada hentinya." "Kenapa sangat banyak orang yang salah mengartikan makna pasrah?" "Karena manusia cenderung malas mengembangkan pengetahuan tentang kehendak Allah. Bahkan manusia makin tidak peka terhadap tanda-tanda kehadiran Allah di dalam kehidupan mereka. Bahkan tak sedikit di antara orang-orang yang rajin bersembahyang, sebenarnya tidak makin tinggi pengenalan mereka terhadap kehendak Allah. Mereka makin terasing dari situasi karib dengan kemesraan Allah. Hasilnya adalah keterasingan dari diri mereka sendiri. Tetapi alhamdulillah, situasi terasing dan buntu yang terjadi pada peradaban mutakhir manusia, justru merupakan awal dari proses masuknya umat manusia perlahan-lahan ke dalam cahaya Islam. Sebab di dalam kegelapanlah manusia menjadi mengerti makna cahaya."

** "Cahaya Islam. Apa itu gerangan?" Santri ke delapan menjawab, "Pertama-tama ialah ilmu pengetahuan. Adam diajari nama benda-benda. Itulah awal mula pendidikan kecendekiaan, yang kelak direkonstruksi oleh wahyu pertama Allah kepada Muhammad, yakni iqra'. Itulah cahaya Islam, sebab agama itu dianugerahkan kepada makhluk tertinggi yang berpikiran dan berakal budi yang bernama manusia." "Pemikiranmu lumayan," sahut Pak Kiai, "Cahaya Islam tentunya tak dapat dihitung jumlahnya serta tak dapat diukur keluasan dan ketinggiannya: kita memerlukan tinta yang ditimba dari tujuh lautan lebih untuk itu. Bersediakah engkau kutanyai barang satu dua di antara kilatan-kilatan cahaya mahacahaya itu?" "Ya, Kiai." "Sesudah engkau sebut Adam, apa yang kau peroleh dari Idris?" "Dinihari rekayasa teknologi." "Dari Nuh?" "Keingkaran terhadap ilmu dan kewenangan Allah." "Hud?" "Kebangunan kembali menuju salah satu puncak peradaban dan teknologi canggih." "Baik. Tak akan kubawa kau berhenti di setiap terminal. Tetapi jawablah: pada Ibrahim, terminal Islam apakah yang engkau temui?" "Rekonstruksi tauhid, melalui metode penelitian yang lebih memeras pikiran dan pengalaman secara lebih detil." "Pada Ismail?" "Pengurbanan dan keikhlasan." "Ayyub?" "Ketahanan dan kesabaran." "Dawud?" "Tangis, perjuangan dan keberanian." "Sulaiman?" "Ke-waskita-an, kemenangan terhadap kemegahan benda, kesetiaan ekologis dan keadilan." "Sekarang sebutkan yang engkau peroleh dari Musa!" "Keteguhan, ketegasan haq, ilmu perjuangan politik, tapi juga kedunguan dalam kepandaian." "Dari Zakaria?" "Dzikir." "Isa?" "Kelembutan cinta kasih, alam getaran hub." "Adapun dari Muhammad, anakku?" "Kematangan, kesempurnaan, ilmu manajemen dari semua unsur cahaya yang dibawa oleh para perutusan Allah sebelumnya."

** Akhirnya tiba kepada santri kesembilan. "Di tahap cahaya Islam yang manakah kehidupan dewasa ini?" "Tak menentu, Kiai," jawab sanri terakhir itu, "Terkadang, atau bahkan amat sering, kami adalah Adam yang sembrono dan nekad makan buah khuldi. Di saat lain kami adalah Ayyub --tetapi-- yang kalah oleh sakit berkepanjangan dan putus asa oleh perolehan yang amat sedikit. Sebagian kami memperoleh jabatan seperti Yusuf tapi tak kami sertakan keadilan dan kebijakannya; sebagian lain malah menjadi Yusuf yang dicampakkan ke dalam sumur tanpa ada yang mengambilnya. Ada juga golongan dari kami yang telah dengan gagahnya membawa kapak bagai Ibrahim, tapi sebelum tiba di gudang berhala, malah berbelok mengerjakan sawah-sawah Fir'aun atau membelah kayu-kayu untuk pembangunan istana diktator itu." Pak Kiai tersenyum, dan santri itu meneruskan, "Mungkin itu yang menyebabkan seringkali kami tersembelih bagai Ismail, tapi tak ada kambing yang menggantikan ketersembelihan kami." "Maka sebagian dari kami lari bagai Yunus: seekor ikan paus raksasa menelan kami, dan sampai hari ini kami masih belum selesai mendiskusikan dan menseminarkan bagaimana cara keluar dari perut ikan." Pak Kiai tertawa terkekeh-kekeh. "Kami belajar pidato seperti Harun, sebab dewasa ini berlangsung apa yang disebut abad informasi. Tetapi isi pidato kami seharusnya diucapkan 15 abad yang lalu, padahal Musa-Musa kami hari ini tidaklah sanggup membelah samudera." "Anakku," Pak Kiai menyela, "pernyataan-pernyataanmu penuh rasa sedih dan juga semacam rasa putus asa." "Insyaallah tidak, Kiai," jawab sang santri, "Cara yang terbaik untuk menjadi kuat ialah menyadari kelemahan. Cara yang terbaik untuk bisa maju ialah memahami kemunduran. Sebodoh-bodoh kami, sebenarnya telah pula berupaya membuat tali berpeluru Dawud untuk menyiapkan diri melawan Jalut. Tongkat Musa kami pun telah perlahan-lahan kami rekayasa, agar kelak memiliki kemampuan untuk kami lemparkan ke halaman istana Fir'aun dan menelan semua ular-ular sihir yang melata-lata. Kami juga mulai berguru kepada Sulaiman si raja agung pemelihara ekosistem. Seperti Musa kami juga belajar berendah hati kepada ufuk ilmu Khidhir. Dan berzikir. Bagai Zakaria, kami memperpeka kehidupan kami agar memperoleh kelembutan yang karib dengan ilmu dan kekuatan Allah. Terkadang kami khilaf mengambil hanya salah satu watak Isa, yakni yang tampak sebagai kelembekan. Tetapi kami telah makin mengerti bagaimana berguru kepada keutuhan Muhammad, mengelola perimbangan unsur-unsur, terutama antara cinta dengan kebenaran. Sebab tanpa cinta, kebenaran menjadi kaku dan otoriter. Sedangkan tanpa kebenaran, cinta menjadi hanya kelemahan, keterseretan, terjebak dalam kekufuran yang samar, hanyut dan tidak berjuang."

** Betapa tak terbatas apabila perbincangan itu diteruskan jika tujuannya adalah hendak menguak rahasia cahaya Islam. "Sampai tahap ini," kata Pak Kiai, "cukuplah itu bagi kalian, sesudah dua pertanyaan berikut ini kalian jawab." "Kami berusaha, Kiai," jawab mereka. "Bagaimana kalian menghubungkan keyakinan kalian itu dengan keadaan masyarakat dan negeri di mana kalian bertempat tinggal?" "Kebenaran berlaku hanya apabila diletakkan pada maqam yang juga benar. Juga setiap kata dan gerak perjuangan," berkata salah seorang. "Sebaik-baik urusan ialah di tengah-tengahnya, kata Rasul Agung. Harus pas. Tak lebih tak kurang," sambung lainnya. "Muhammad juga mengajarkan kapan masuk Gua Hira, kapan terjun ke tengah masyarakat," sambung yang lain lagi. "Mencari titik koordinat yang paling tepat pada persilangan ruang dan waktu, atau pada lalu lintas situasi dan peta sejarah." "Ada dakwah rahasia, ada dakwah terang-terangan." "Hikmah, maw'idhah hasanah, jadilhum billati hiya ahsan." "Makan hanya ketika lapar, berhenti makan sebelum kenyang. Itulah irama. Itulah sesehat-sehat kesehatan, yang berlaku bagi tubuh maupun proses sejarah." "Perjuangan ialah mengetahui kapan berhijrah ke Madinah dan kapan kembali ke Makkah untuk kemenangan." "Dan di atas semua itu, Rasulullah Muhammad bersedia tidur beralaskan daun kurma atau bahkan di atas lantai tanah." Pak Kiai tersenyum, "Apa titik tengah di antara kutub kaku legas dan kutub lembek, anak-anakku?" "Lentur, Kiai!" kesembilan santri itu menjawab serentak, karena kalimat itulah memang yang hampir setiap hari mereka dengarkan dari mulut Pak Kiai sejak hari pertama mereka datang ke pesantren itu.
"Fal-yatalaththaf!" ucap Pak Kiai akhirnya sambil berdiri dan menyalami santri-santrinya satu per satu,
"titik pusat Al-Qur'an!"

Sabtu, 10 April 2010

jadwal pilkada indonesia

S U M U T
1 PILKADA KOTA MEDAN 27 Juni 2010
2 PILKADA SERDANG BEDAGAI 27 Juni 2010
3 PILKADA KOTA PEMATANG SIANTAR 27 Juni 2010
4 PILKADA ASAHAN 27 Juni 2010
5 PILKADA LABUHAN BATU 27 Juni 2010
6 PILKADA TAPANULI SELATAN 27 Juni 2010
7 PILKADA MANDAILING NATAL 27 Juni 2010
8 PILKADA KOTA SIBOLGA 30 Juni 2010
9 PILKADA HUMBANG HASUNDUTAN 27 Juni 2010
10 PILKADA TOBA SAMOSIR 27 Juni 2010
11 PILKADA SAMOSIR 27 Juni 2010
12 PILKADA PAKPAK BHARAT 27 Juni 2010
13 PILKADA KOTA BINJAI 27 Juni 2010
14 PILKADA KOTA TEBING TINGGI 26 Juni 2010
15 PILKADA SIMALUNGUN 12 September 2010
16 PILKADA KOTA TANJUNG BALAI 26 September 2010
17 PILKADA NIAS SELATAN 30 Nopember 2010
18 PILKADA KARO 03 Oktober 2010
19 PILKADA TAPANULI TENGAH 11 Desember 2010
SUMATERA BARAT 27 Juni 2010
20 PILKADA SOLOK 27 Juni 2010
21 PILKADA SOLOK SELATAN 27 Juni 2010
22 PILKADA KOTA SOLOK 27 Juni 2010
23 PILKADA DHARMASRAYA 27 Juni 2010
24 PILKADA PASAMAN 27 Juni 2010
25 PILKADA PASAMAN BARAT 27 Juni 2010
26 PILKADA PADANG PARIAMAN 27 Juni 2010
27 PILKADA LIMA PULUH KOTO 27 Juni 2010
28 PILKADA AGAM 27 Juni 2010
29 PILKADA KOTA BUKITTINGGI 27 Juni 2010
30 PILKADA SAWAHLUNTO SIJUNJUNG 02 Agustus 2010
31 PILKADA PESISIR SELATAN 01 Agustus 2010
32 PILKADA TANAH DATAR 20 Agustus 2010


R I A U
33 PILKADA DUMAI (KOTA) 27 Juni 2010
34 PILKADA INDRAGIRI HULU 11 Juni 2010
PILKADA JAMBI 26 Juni 2010
35 PILKADA BATANGHARI 20 Desember 2010
36 PILKADA TANJUNGJABUNG BARAT 14 Desember 2010


SUMSEL
37 PILKADA OGAN KOMERING ULU 25 Juni 2010
38 PILKADA OKU TIMUR 25 Juni 2010
39 PILKADA OKU SELATAN 25 Juni 2010
40 PILKADA OGAN ILIR 25 Juni 2010
41 PILKADA MUSI RAWAS 25 Juni 2010

PILKADA BENGKULU 27 Juni 2010
42 PILKADA SELUMA 27 Juni 2010
43 PILKADA MUKO-MUKO 27 Juni 2010
44 PILKADA KAUR 27 Juni 2010
45 PILKADA REJANG LEBONG 27 Juni 2010
46 PILKADA LEBONG 27 Juni 2010
47 PILKADA KEPAHIANG 27 Juni 2010
48 PILKADA BENGKULU UTARA 12 Desember 2010

LAMPUNG
49 PILKADA LAMPUNG SELATAN 27 Juni 2010
50 PILKADA LAMPUNG TIMUR 27 Juni 2010
51 PILKADA WAY KANAN 27 Juni 2010
52 PILKADA BANDAR LAMPUNG 27 Juni 2010
53 PILKADA METRO 27 Juni 2010
54 PILKADA LAMPUNG TENGAH

>> Real Quick Count - Perhitungan Cepat Hasil Pilkada (Menjaga Suara)
>> Survei Pilkada: Indonesia Election Center - IndEC



BANGKA BELITUNG
55 PILKADA BANGKA TENGAH 18 Juni 2010
56 PILKADA BANGKA BARAT 18 Juni 2010
57 PILKADA BANGKA SELATAN 18 Juni 2010
58 PILKADA BELITUNG TIMUR 18 Juni 2010

KEPRI
59 PILKADA LINGGA
60 PILKADA KABUPATEN BINTAN (ex Kepri)

JABAR
61 PILKADA SUKABUMI
62 PILKADA KOTA DEPOK
63 PILKADA BANDUNG
64 PILKADA INDRAMAYU
65 PILKADA KARAWANG


JATENG
66 PILKADA KENDAL
67 PILKADA SEMARANG (KOTA)
68 PILKADA BLORA
69 PILKADA REMBANG
70 PILKADA BOYOLALI
71 PILKADA SUKOHARJO
72 PILKADA SURAKARTA (KOTA)
73 PILKADA MAGELANG (KOTA)
74 PILKADA PURBALINGGA
75 PILKADA KEBUMEN
76 PILKADA PEKALONGAN (KOTA)
77 PILKADA SEMARANG
78 PILKADA WONOGIRI
79 PILKADA KLATEN
80 PILKADA PURWOREJO
81 PILKADA WONOSOBO
82 PILKADA PEMALANG

DI YOGYAKARTA
83 PILKADA BANTUL
84 PILKADA SLEMAN
85 PILKADA GUNUNG KIDUL


>> Real Quick Count - Perhitungan Cepat Hasil Pilkada (Menjaga Suara)
>> Survei Pilkada: Indonesia Election Center - IndEC



JATIM
86 PILKADA KOTA SURABAYA
87 PILKADA PONOROGO
88 PILKADA SUMENEP
89 PILKADA GRESIK
90 PILKADA LAMONGAN
91 PILKADA NGAWI
92 PILKADA SITUBONDO
93 PILKADA BANYUWANGI
94 PILKADA JEMBER
95 PILKADA SIDOARJO
96 PILKADA KOTA PASURUAN
97 PILKADA KOTA BLITAR
98 PILKADA MALANG
99 PILKADA TRENGGALEK
100 PILKADA MOJOKERTO
101 PILKADA BLITAR
102 PILKADA PACITAN


BANTEN
103 PILKADA SERANG 19 Juni 2010
104 PILKADA KOTA CILEGON 05 Juni 2010


BALI
106 PILKADA KOTA DENPASAR 26 Juni 2010
107 PILKADA BADUNG 24 Juni 2010
108 PILKADA TABANAN 26 Juni 2010
109 PILKADA BANGLI 24 Juni 2010
110 PILKADA KARANGASEM 24 Juni 2010
111 PILKADA JEMBRANA 12 Oktober 2010


NTB
112 PILKADA MATARAM (KOTA) 27 Juni 2010
113 PILKADA LOMBOK TENGAH 27 Juni 2010
114 PILKADA SUMBAWA 27 Juni 2010
115 PILKADA SUMBAWA BARAT 27 Juni 2010
116 PILKADA BIMA 27 Juni 2010
117 PILKADA DOMPU 27 Juni 2010


>> Real Quick Count - Perhitungan Cepat Hasil Pilkada (Menjaga Suara)
>> Survei Pilkada: Indonesia Election Center - IndEC



NTT
118 PILKADA SUMBA BARAT 30 Juni 2010
119 PILKADA SUMBA TIMUR 30 Juni 2010
120 PILKADA MANGGARAI 27 Juni 2010
121 PILKADA MANGGARAI BARAT 27 Juni 2010
122 PILKADA NGADA 27 Juni 2010
123 PILKADA FLORES TIMUR 30 Juni 2010
124 PILKADA TIMOR TENGAH UTARA 26 September 2010


KALBAR
125 PILKADA BENGKAYANG 20 Juni 2010
126 PILKADA SEKADAU 20 Juni 2010
127 PILKADA KETAPANG 20 Juni 2010
128 PILKADA KAYONG UTARA 05 Mei 2008
129 PILKADA SINTANG 20 Juni 2010
130 PILKADA MELAWI 20 Juni 2010
131 PILKADA KAPUAS HULU 20 Juni 2010


>> Real Quick Count - Perhitungan Cepat Hasil Pilkada (Menjaga Suara)
>> Survei Pilkada: Indonesia Election Center - IndEC



PILKADA KALTENG 23 Juni 2010
132 PILKADA KOTAWARINGIN BARAT 23 Juni 2010
133 PILKADA KOTAWARINGIN TIMUR 23 Juni 2010

PILKADA KALIMANTAN SELATAN 30 Juni 2010
134 PILKADA KOTA BANJAR BARU 30 Juni 2010
135 PILKADA KOTA BANJARMASIN 30 Juni 2010
136 PILKADA BALANGAN 30 Juni 2010
137 PILKADA TANAH BUMBU 30 Juni 2010
138 PILKADA HULU SUNGAI TENGAH 30 Juni 2010
139 PILKADA BANJAR 30 Juni 2010
140 PILKADA KOTA BARU 30 Juni 2010
141 PILKADA PASIR 29 Juni 2010
142 PILKADA KUTAI KERTANEGARA 01 Juni 2010
143 PILKADA BULUNGAN 27 Juni 2010
144 PILKADA BERAU 08 Agustus 2010
145 PILKADA KOTA SAMARINDA 19 September 2010
147 PILKADA KUTIM 12 Desember 2010


>> Real Quick Count - Perhitungan Cepat Hasil Pilkada (Menjaga Suara)
>> Survei Pilkada: Indonesia Election Center - IndEC



PILKADA SULAWESI UTARA 20 Juni 2010
148 PILKADA MINAHASA UTARA 20 Juni 2010
149 PILKADA KOTA TOMOHON 20 Juni 2010
150 PILKADA MINAHASA SELATAN 20 Juni 2010
151 PILKADA KOTA MANADO 21 Juli 2010
152 PILKADA KOTA BITUNG 21 Juli 2010

SULAWESI TENGAH
153 PILKADA POSO 30 Juni 2010
154 PILKADA TOJO UNA UNA 30 Juni 2010
155 PILKADA TOLI TOLI 14 Juli 2010
156 PILKADA KOTA PALU 01 Agustus 2010

SULAWESI SELATAN
157 PILKADA GOWA 23 Juni 2010
158 PILKADA SELAYAR 23 Juni 2010
159 PILKADA BULUKUMBA 23 Juni 2010
160 PILKADA MAROS 23 Juni 2010
161 PILKADA PANGKEP 23 Juni 2010
162 PILKADA BARRU 23 Juni 2010
163 PILKADA SOPPENG 23 Juni 2010
164 PILKADA TANA TORAJA 23 Juni 2010
165 PILKADA LUWU UTARA 23 Juni 2010
167 PILKADA LUWU TIMUR 23 Juni 2010

SULAWESI TENGGARA
168 PILKADA KONAWE SELATAN 24 Juni 2010
169 PILKADA KOLAKA UTARA 26 September 2010
170 PILKADA WAKATOBI 07 Agustus 2010
171 PILKADA BOMBANA 11 September 2010
172 PILKADA MUNA 21 Juli 2010
173 PILKADA SULBAR
174 PILKADA MAMUJU 27 Agustus 2010
175 PILKADA MAMUJU UTARA 27 Agustus 2010
176 PILKADA MAJENE 15 Mei 2006


GORONTALO
177 PILKADA POHUWATO 20 Juni 2010
178 PILKADA BONE BOLANGO 20 Juni 2010
179 PILKADA GORONTALO 20 Juni 2010


MALUKU
180 PILKADA SERAM BAGIAN BARAT 23 Juni 2010
181 PILKADA SERAM BAGIAN TIMUR 23 Juni 2010

MALUKU UTARA
182 PILKADA KOTA TERNATE 27 Juni 2010
183 PILKADA HALMAHERA BARAT 27 Juni 2010
184 PILKADA HALMAHERA UTARA 27 Juni 2010
185 PILKADA KOTA TIDORE 27 Juni 2010
186 PILKADA HALMAHERA TIMUR 27 Juni 2010
187 HALMAHERA SELATAN 27 Juni 2010
188 KEPULAUAN SULA 27 Juni 2010


>> Real Quick Count - Perhitungan Cepat Hasil Pilkada (Menjaga Suara)
>> Survei Pilkada: Indonesia Election Center - IndEC



PAPUA
189 PILKADA MERAUKE 28 Juni 2010
190 PILKADA YAPEN WAROPEN 28 Juni 2010
191 PILKADA SUPIORI 28 Juni 2010
192 PILKADA BOVEN DIGOEL 28 Juni 2010
193 PILKADA MAPPI 28 Juni 2010
194 PILKADA ASMAT 28 Juni 2010
195 PILKADA YAHUKIMO 28 Juni 2010
196 PILKADA PEGUNUNGAN BINTANG 28 Juni 2010
197 PILKADA TOLIKARA 28 Juni 2010
198 PILKADA SARMI 28 Juni 2010
199 PILKADA KEEROM 28 Juni 2010
200 PILKADA KOTA JAYAPURA 01 April 2010
201 PILKADA WAROPEN 28 Juni 2010


PAPUA BARAT
202 PILKADA SORONG SELATAN 29 Agustus 2010
203 PILKADA RAJA AMPAT 29 Agustus 2010
204 PILKADA FAK-FAK 29 Agustus 2010
205 PILKADA TELUK BINTUNI 29 Agustus 2010
206 PILKADA TELUK WONDAMA 29 Agustus 2010
207 PILKADA MANOKWARI 05 November 2010
208 PILKADA KAIMANA 29 Agustus 2010

Rabu, 31 Maret 2010

profil kepribadian muslim


Print E-mail

A. Filosofi

Cendekiawan ialah orang yang mempunyai wawasan, sikap dan perilaku cendekia, yang tercermin dalam kemampuannya untuk menatap, menafsirkan, dan merespons lingkungan hidupnya dan perkembangan masyarakatnya dengan sikap kritis, kreatif, obyektif, dan analitis, atas dasar tanggung jawab moral dan kemanusiaan.

Kecendekiawanan merupakan panggilan nurani untuk melakukan peranan dan missi dalam masyarakat. Kecendekiawanan terletak terutama pada komitmen seseorang untuk melibatkan diri dalam masalah-masalah kemanusiaan dan kemasyarakatan.

Ciri dasar kecendekiawanan adalah kepedulian pada kemanusiaan dan kemasyarakatan, serta terus menerus berusaha memberikan respon yang tepat dan bertanggung jawab. Kaum cendekiawan harus bisa mengartikulasikan diri sesuai dengan misi kecendekiawanannya.

Demikian pula alam pikiran terbuka yang melekat pada sub-kultur kaum cendekiawan, memberikan keleluasaan untuk melakukan kritik sosial. Kritisisme itu dapat mencakup segi moral, etik, sosial, politik, budaya, estetis, dan lain sebagainya.

Kata cendekiawan yang dalam Al-Qur’an yang disebut Ulul albab adalah perwujudan aktifitas akal dan hati. Akallah yang telah membuktikan kebenaran Islam dan setelah terbukti hati akan meyakini, selanjutnya mendorong setiap muslim yang memahami dan meyakininya untuk bergerak, menjadi agen-agen perubah di tengah-tengah masyarakat.

Kata kunci muslim menunjukkan bahwa berislamnya seseorang menuntut adanya totalitas. Karakter Islam yang syumul mewarnai seluruh aspek kehidupan sehingga pola pikir, emosi, perasaan dan juga fisik terwarnai dengan Islam. Dengan syahadah, seorang muslim meyakini dia memang diciptakan hanya untuk beribaah kepada Allah, bahwa tidak ada yang dapat memberinya kemudharatan keculai atas izin Allah, sehingga dengan demikian tidak ada satupun yang ditakutinya. Kalaupun ia harus berkorban harta bahkan sampai nyawa sekalipun, dia sadar apapun hasilnya akan berupa kebaikan, matinya adalah syahid dan hidupnya adalah kemuliaan.

Kata muda menunjukkan sosok yang produktif, progresif, kreatif serta inovatif, yang menunjukkan besarnya potensi sekaligus tanggung jawab. Cendekiawan muslim muda adalah adalah orang Islam yang berusia muda, energik dan produktif, peduli terhadap lingkungannya, terus menerus meningkatkan kwalitas iman dan taqwa, kemampuan berpikir, menggali, memahami dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kehidupan keagamaan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan untuk diamalkan bagi terwujudnya masyarakat madani.

B. Profil Kepribadian Muslim

Cendekiawan ialah orang yang mempunyai wawasan, sikap dan perilaku cendekia, yang tercermin dalam kemampuannya untuk menatap, menafsirkan, dan merespons lingkungan hidupnya dan perkembangan masyarakatnya dengan sikap kritis, kreatif, obyektif, dan analitis, atas dasar tanggung jawab moral dan kemanusiaan.

Persepsi masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda, bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim tercermin pada orang-orang yang rajin melaksanakan Islam dari aspek ubudiyah, padahal itu hanya salah satu aspek yang harus ada dalam diri pribadi seorang muslim. Oleh karena itu standard pribadi muslim yang berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah merupakan sesuatu yang wajib dirumuskan, sebagai acuan bagi pembentukan pribadi muslim. Bila disederhanakan, sekurang-kurangnya terdapat 10 (sepuluh) profil atau ciri khas yang hendaknya ada pada pribadi seorang muslim.

a). Salimul Aqidah

Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang sepatutnya ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT sehingga tidak menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah SWT sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya Sholatku, Ibadahku, Hidup dan Matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam” (QS. 6 : 162).

Karena pentingnya memiliki aqidah yang salim, Rasulullah dalam dakwahnya ara sahabat di Makkah mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

b). Shahihul Ibadah

Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting, sebagaimana sabda beliau : ”sholatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan peribadatan haruslah merujuk kepada Sunnah Rasulullah SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

c). Matinl Khuluq

Akhlaq yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlaq mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Baik dalam hubungannya kepada Allah maupun kepada makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlaq mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik dunia maupun di akhirat.

Karena begitu pentingnya memiliki akhlaq mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlaq dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaqnya yang agung sehingga diabadikan dalam Al-Qur’an : ”Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlaq yang agung” (QS. 68 : 4).

d). Qowiyyul Jismi

Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksnakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Sholat, zakat, puasa, haji dan perang di jalan Allah harus dilaksanakan dengan fisik yang kuat. Oleh karena itu, kekuatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim, dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada mengobati. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sering sakit. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda : “Mukmin yang kuat aku cintai daripada mukmin yang lemah” (HR. Muslim).

e). Mutsaqqoful Fikri

Intelek dalam berfikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fathonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkapkan ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya : ”Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah, pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, yang lebih dari keperluan. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS. 2 :219).

Dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Dapat kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang, sebagaimana firman-Nya : ”Samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” (QS. 39 : 9)

f). Mujahadatul Linafsihi

Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatul linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim. Karena setiap manusia memiliki kecendrungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecendrungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran islam. Rasulullah SAW bersabda : “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim).

g). Harishun Ala Waqtihi

Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam tersebut, ada manusia yang beruntung dan tidak sedikit manusia yang merugi. Karena itu tepat semboyan yang mengatakan ; Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu. Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi

Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut memenej waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif dan tidak sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, rehat sebelum sibuk dan kaya sebeleum miskin.

h). Munazhzhamun fi Syuunihi

Teratur dalam suatu urusan (munazhzhamum fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun Sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terikat dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya. Dengan kata lain, suatu urusan dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapatkan perhatian. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya penerusan dan berilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.

i). Qodirun alal Kasbi

Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan kekuasaan (qadirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru boleh dilaksanakan bilamana seseorang memiliki kekuasaan, terutama dari segi ekonomi. Tidak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena itu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umrah, zakat, infaq, shodaqah, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun Al-hadits dan hal tersebut memiliki keutamaan yang amat tinggi.

Dalam kaitan menciptakan kekuasaan inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rezki dari Allah SWT, karena rezki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau keterampilan.

j). Nafi’un Lighoirihi

Bermanfaat bagi orang lain atau nafi’un lighoirihii merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tidak mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal mungkin agar dapat bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim tidak bisa mengambil peranan yang baik dalam masyarakatnya. Sabda Rasulullah SAW : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermnafaat bagi orang lain”. (HR. Qudhy dari Jabir).

sejarah kuningan pasca masuknya islam


Sejarah Kuningan Pasca Masuknya Islam ini merupakan lanjutan dari posting sebelumnya yaitu Sejarah Kuningan Bagian 1 , disana telah disampaikan bahwa sebelum kedatangan Islam . Masyarakat Kuningan menganut agama Hindu dan merupakan Daerah otonom yang masuk wilayah kerajaan Sunda yang dikenal dengan nama Pajajaran, seluruh Jawa barat termasuk Cirebon pada tahun 1389 M masuk bagian dari Pajajaran dengan pelabuhannya saat itu meliputi Cirebon, Indramayu, Karawang, Sunda Kelapa dan Banten.

1. Waktu Cirebon dibawah pimpinan Ki Gedeng Jumajanjati anaknya Ki Gedeng Kasmaya, datanglah pelaut Cina yang dipimpin oleh Laksamana Te Ho ( Cheng Ho) dan sebagai rasa terimakasihnya atas sambutan rakyat Cirebon, maka dibuatlah Mercusuar di Pelabuhan Cirebon itu.

Setelah itu Pelabuhan Cirebon kedatangan seorang ulama Islam yang bernama Syekh Idhofi ( Syekh Datuk Kahfi ) yang dikenal dengan julukan Syeh Nuruljati. Ulama ini kemudian mendirikan pesantren dikaki bukit Sembung dan menetap di Pesambangan ( Desa Jatimerta). Salah satu murid ulama ini ada yang bernama Pangeran Walangsungsang Cakrabuana dan mendirikan sebuah kota bernama Caruban yang kemudian dikenal dengan nama Cirebon. Setelah ia berhaji mendapat julukan Haji Duliman yang akhirnya memimpin pemerintahan di Cirebon.

2. Saat itu di pelabuhan Karawang datang juga seorang ulama yang bernama Syekh Hasanuddin dari Campa dan dikenal dengan sebutan Syekh Quro karena mendirikan pesantren Quro. Dikemudian hari pesantren ini kedatangan Syekh Maulana Akbar yang meneruskan perjalanannya ke Pesambangan.

Dalam perjalanannya mengembangkan Islam, Syekh Maulana Akbar ini pernah singgah sebentar di daerah Buni Haji – Luragung , kemudian melanjutkannya sampai ke daerah Kuningan yang pada waktu itu dikenal dengan nama Kejene (artinya Kuning) , penduduknya menganut agama Hindu ( Agama Sanghiang), dengan pusat pemerintahannya di daerah Sidapurna yang artinya sempurna.

Syech Maulana Akbar akhirnya menetap disana dan mendirikan pesantren di Sidapurna serta menikah dengan seorang putri pejabat pemerintahan Kejene dan mempunyai seorang putra bernama Syekh Maulana Arifin atau syekh Arif. Karena pesatnya kemajuan pesantren ini sehingga tidak cukup menampung para pendatang, maka dibuatlah pemukiman baru dengan dasar Islam yang diberi nama Purwawinangun ( Artinya mula-mula dibangun ). Syekh Maulana Akbar ini meninggal dan dimakamkan di Astana Gede.

Syekh Arif ini meneruskan usaha yang telah dirintis oleh ayahnya dengan memajukan bidang peternakan, terutama peternakan kuda yang khas di Kejene ( kuda Kejene yang kemudian terkenal dengan sebutan Kuda Kuningan ), Syeh Maulana Arifin ini kemudian menikah dengan Ratu Salawati Putri dari seorang penguasa Kajene

2. Syarif Abdullah menikah dengan Rara Santang atau Syarifah Modarin putri Prabu Siliwangi dan mempunyai putra bernama Syarif Hidayatullah, Sesudah dewasa oleh ayahnya disuruh datang ke Daerah Surabaya -Jawa Timur untuk berguru kepada seorang ulama besar Islam yaitu Sayid Rahmat atau Sunan Ngampel yang memimpin daerah Ampeldenta. Kemudian Syarif Hidayatullah oleh Sunan Ngampel ditugaskan untuk menyebarkan Islam di Jawa barat dan dimulai dari Cirebon pada tahun 1470 M. Pada tahun 1479 M Haji Abdullah Imam berkenan menyerahkan kedudukan Kepala Pemerintahan Cirebon kepada Syarif Hidayatullah, setelah menikahi putrinya yang kemudian bergelar Susuhunan Jati atau dikenal dengan ” Sunan Gunung Jati ”.

3. Terdorong hasrat untuk menyebarkan Islam,pada tahun 1481 M Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati (SGJ) datang ke Luragung . Waktu itu yang memimpin pemerintahan di Luragung adalah Ki Gedeng Luragung ,beliau masih saudara dengan Ki Gedeng Kasmaya dari Cirebon dan akhirnya Masuk Agama Islam.

Pada waktu itu juga datang Ong Tien putri dari Cina yang sedang mengandung menyusul ke Luragung kemudian melangsungkan pernikahan dengan SGJ. Ong Tien tersebut kemudian berganti nama menjadi Ratu Mas Rara Somanding.

SGJ bersama istrinya Ong Tien sepakat untuk memungut putra Ki Gedeng Luragung (yang masih bayi) sebagai putranya, Sebagai imbalannya Kigedeng Luragung diberikan ”Bokor Kuning” yang dikeluarkan dari kandungan Ong Tien oleh SGJ. Kemudian SGJ bersama Ongtien dan anak angkatnya yang diberi nama ”Sang Adipati” berangkat menuju Kejene yang pada waktu itu dipimpin oleh Pangeran Aria Kamuning dan masih menganut Hindu Budha.

Setelah Pangeran Aria Kamuning masuk Islam dan Ong Tien meninggal dunia pada tahun 1485 M Sang Adipati dipercayakan kepada Pangeran Aria Kamuning untuk dididiknya dengan baik. Selama Sang Adipati belum dewasa maka pangeran Aria Kamuning ditunjuk oleh SGJ sebagai Kepala Pemerintahan Perwakilan di Kejene dibawah Kerajaan Cirebon.

4. Setelah Sang Adipati berusia 17 tahun, tepatnya tanggal ” 1 September 1498 M , beliau dinobatkan sebagai Kepala Pemerintahan Kuningan dan diberi gelar Sang Adipati Kuningan. Dengan berdirinya Negera /Kerajaan Kuningan dibawah Sang Adipati, maka sejak tanggal penobatannya nama suatu daerah yang semula bernama Kejene kemudian diganti dan dikembalikan lagi kenama aslinya yaitu ” Kuningan”.

Beberapa waktu setelah penobatan Sang Adipati datang seorang tokoh untuk berguru kepada Sunan Gunung Jati di Cirebon yang berasal dari daerah bawahan Pajajaran yang bernama Dipati Ewangga yang disebut juga Dipati Cangkuang. Sesudah ilmunya cukup, ia ditugaskan oleh SGJ untuk turut membantu penyebaran Islam dan mengatur Pemerintahan Kuningan. Sang Adipati juga dibantu oleh Rama Jaksa yang terkenal ahli dalam membuat senjata. Petilasan Rama jaksa ditemukan di suatu tempat di Desa Winduherang.

Selain itu Sang Adipati juga mendapat bantuan dua orang juru dakwah yang dikirim SGJ yaitu Pangeran Purwajaya dan Pangeran Purwaganda yang datang ke Kuningan disertai dengan rombongan kesenian.

Dengan bantuan 4 tokoh tersebut dan Pangeran Aria Kamuning, Sang Adipati melakukan penyebaran Islam kesebelah timur, selatan , barat sampai ke Talaga dan Rajagaluh ( Benteng pertahananan terakhir) dari kerajaan Hindu sekitar Cirebon.

5. Untuk lebih meresapkan Agama Islam di kalangan penduduk Kuningan SGJ mengirim lagi Syekh Rama Haji Irengan, ia memilih tempat kediamannya di Darma dan dengan bantuan para wali ia membuat kolam yang sekarang dikenal dengan nama ”balong kancra” atau ”balong keramat” atau ”Darma loka”. Bila diperhatikan bentuk balong itu berliku-liku membentuk lafal Muhammad. Sesudah selesai membuat balong darma para wali sepakat untuk membuat kolam-kolam lainnya dibeberapa tempat yang memiliki sumber mata air seperti : Balong Cigugur, balong Cibulan dan balong Pasawahan. Tidak jauh dari kolam2 itu para wali mendirikan tempat-tempat pesantren untuk melakukan kegiatan pemantapan Agama Islam.

6. Ketika Portugis mau mendirikan benteng ditepi sungai Ciliwung untuk memperkuat pertahanan menghadapi kekuasaan Islam di jawa Barat. Maka pada tanggal 21 Agustus 1522 M membuat persekutuan dengan Pajajaran untuk menggagalkan usaha Portugis tersebut. SGJ dan Demak setuju untuk menyerang dan menduduki Sunda Kelapa mendahului Portugis. Kemudian datang bala tentara Demak ke Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah( Faletehan) atau Fadhillah Khan . Balatentara yang dipimpin Patahillah itu diperkuat dengan pasukan tambahan dari Cirebon dan dari Kuningan yang dipimpin oleh Dipati Ewangga.

Semua pasukan bertolak dari pelabuhan Cirebon menggunakan kapal laut, mula-mula yang didudukinya adalah Banten terus Fatahillah mengerahkan tentaranya menuju Sunda Kelapa dan berhasil di dudukinya tahun 1527 M. Untuk mengabadikan kenangan itu maka nama Sunda Kelapa diganti menjadi ” Jayakarta”.

Tokoh-tokoh yang turut berjuang dengan Fatahillah banyak yang menetap di Jayakarta, diantaranya Dipati Ewangga bersama para pengikutnya dari Kuningan, yang kemudian membuat pemukiman di daerah itu yang pada akhirnya dikenal dengan nama ”Kampung Kuningan” atau daerah Kuningan – Jakarta.

7. Untuk meningkatkan kembali penyebaran Islam ke daerah pedalaman Jawa Barat pada tahun 1528 M SGJ Mengangkat Putranya yaitu Pangeran Pasarean sebagai pemangku kekuasaan Cirebon. Diantara daerah2 pedalaman yang telah di Islamkan itu adalah Talaga, Sindangkasih ( Daerah Majalengka), Cangkuang ( Garut), Galuh, Ukur, Cibalagung, Pagadingan ( Klungkung Bntar), Indramayu, Batulayang dan Timbanganten.

Dengan dinobatkannya Pangeran Pasarean, Kerajaan Rajagaluh dibawah Prabu Cakraningrat merasa hawatir dan perhatiannya mulai ditujukan ke Cirebon dengan tuntutan agar Cirebon mengakui kekuasaannya dan menghentikan penyebaran Agama islam. Semula Rajagaluh mengirimkan utusan dibawah pimpinan De Dipasara. Tetapi usaha itu dihalang-halangi oleh Sang Adipati Kuningan sehingga terpaksa kembali ke Rajagaluh. Pihak Rajagaluh siap-siap memperkuat pertahanannya di kaki Gunung Gundul, Gempol dan Palimanan yang dipimpin oleh Dipati Kiban. Untuk menghadapi ancaman lawan itu SGJ mendirikan pertahanan di Plered yang dipercayakan untuk dipimpin oleh Sang Adipati Kuningann. Sebelum melakukan serangan langsung Sang Adipati Kuningan berusaha mencari penyelesaian secara damai dan mengirim utusan dibawah pimpinan Demang Singgati untuk menghubungi Rajagaluh. Tetapi usaha itu gagal dan terjadilah pertempuran yang akhirnya Rajagaluh dapat ditundukan. Dalam pertempuran ini Sang Adipati mendapat bantuan dari Pangeran Walangsungsang Cakrabuana, Ratu Mas Gandasari dan Pangeran Karangkendal.

8. Sang Adipati menikah dengan putri Syekh Maulana Arifin dan mempunyai seorang putra bernama ”Geusan Ulun” yang pada tahun 1570 M dinobatkan menjadi Kepala Pemerintahan Kuningan menggantikan ayahnya yang meninggal pada tahun 1568 M. Setelah dinobatkan beliau bergelar Pangeran Geusan Ulun atau Prabu Geusan Ulun. Beliau mempunyai banyak istri yang berasal dari putri tokoh-tokoh penting yang berpengaruh di daerahnya dan mempunyai anak sebanyak 40 orang.

Pada masa pemerintahan Geusan Ulun, di pulau Jawa ini mulai tumbuh pusat-pusat Kekuasaan baru seperti di Jawa tengah tumbuh kerajaan Mataram yang berhasrat untuk mengembangkan pengaruhnya ke daerah Priangan termasuk Cirebon dan Kuningan, sedangkan disebelah barat, Jayakarta telah jatuh ketangan kekuasaan asing VOC ( Belanda ) dan disana mendirikan kekuasaan yaitu Batavia.

Setelah Geusan Ulun Meninggal tahun 1650 M dan dimakamkan di Astana Gede Kuningan, maka timbul pembagian kekuasaan diantara saudara-saudaranya yang lain di pusat kota Kuningan dipegang oleh Dalem Mangkubumi sedangkan yang lainnya sebanyak 28 orang menempati tempat-tempat kedudukan seperti dapat diketahui dari nama julukannya atau tempat pemakamannya yaitu Dalem :

Mangkubumi dimakamkan di Purwawinangun, Citangtu ,Panyilih, Pasawahan, Koncang, Trijaya, Kasturi, Dago Jaya, Winduherang, Salahonje, Nayapati, Karawang. Amonggati, Cihideung, Cengal,Keko, Paduraksa, Cigugur, Tembong, Cikondang, Cibinuang, Maruyung, Balostrong, Tarka,Haur Kuning, Wirajaya, Mangku, Cigadung dan dalem Cageur.

Adapun Anak Geusan Ulun yang tidak memegang pemerintahan adalah Nyai Panembahan Girilaya, Nyai Kuwu Cirebon Girang, Adipati Ukur, Nyai Gedeng Pamuragan, Nyai Aria Salingsingan, Nyai Musti, Nyai Dalem Sumedang, Dipati Barangbang, Dewi Ratna Campaka, Nyai Gedeng Anggadiraksa dan Nyai Gedeng Jati.

Sesudah Kuningan dibagi dengan 29 Kabupaten yang masing-masing dipimpin oleh seorang Dalem dari keturunan Geusan Ulun. Daerah Kuningan itu kemudian masuk wilayah kekuasaan Mataram, selanjutnya dengan jatuhnya Cirebon dibawah kekuasaan VOC sejak tahun 1682 M, malapetaka sebagai akibat sistem monopoli VOC juga menimpa rakyat Kuningan.

9. Memasuki abad 19 setelah pembubaran VOC, nasib rakyat tidak menjadi lebih baik dibawah kekuasaan Gupernemen Hindia Belanda. Pada tanggal 2 Pebruari 1809 M , Daendeles mengeluarkan peraturan mengenai pengurusan tanah-tanah Cirebon dan para Sultan menjadi pegawai Belanda dengan pangkat /jabatan Bupati dan Wedana. Didaerah Kuningan ada beberapa orang Tumenggung yang dibawahi oleh Sultan Kasepuhan antara lain Kuningan dan Cikaso. Kekuasaan para sultan dihapuskan oleh Raffles dan diangkat Bupati-bupati dari pegawai biasa dalam pemerintahan. Pada tanggal 15 Januari 1819 M, dikeluarkan keputusan Komisaris Jendral No. 23 untuk membentuk Kabupaten Kuningan, tetapi wilayah administrasinya baru meliputi bagian selatan wewengkon Kabupaten Kuningan yang sekarang.

10. Pada abad 20 mulai didirikan sekolah untuk rakyat biasa di Kuningan. Pengaruh kebangkitan nasional lambat laun masuk dan meluas serta menggerakan Rakyat dalam organisasi pergerakan politik dan sosial.

Keruntuhan Hindia Belanda oleh Jepang membuka penderitaan rakyat yang tidak kurang kejamnya dari pada masa sebelumnya, tetapi orang Kuningan dalam keluarga besar bangsa Indonesia dibuat lebih siap untuk menyongsong kemerdekaan. Dalam perjuangan bangsa Indonesia membela proklamasi dan mempertahan NKRI ternyata para pejuang Kuningan dengan dukungan segala lapisan masyarakat mempunyai saham cukup besar. Katakanlah Linggarjati membuat lembaran sejarah nasional, kemudian Ciwaru melakukan peranan penting dibidang perjuangan Pemerintahan sipil dengan dijadikannya Pusat Pemerintahan Karesidenan Cirebon dalam menghadapi agresi I dalam perang kolonial Belanda. Dibidang militer, Sagarahiang selama Agresi I dan II menjadi pusat koordinasi perjuangan dalam perang gerilya.

Dalam Masa RIS rakyat Kuningan memelopori Likwiditas Negara Pasundan untuk mengembalikan Jawa Barat dalam pangkuan RI. Sesudah lewat masa revolusi fisik dan memasuki tahun lima puluhan, masalah politik,ekonomi dan sosial, termasuk kedalamnya situasi keamanan oleh gangguan DI/TII serta kemudian aksi-aksi sepihak yang dihasut oleh agitasi PKI sampai terjadinya kudeta terkenal G30 S/PKI membuat pembangunan terbengkalai. Baru setelah tahun 1966 M sampai dengan sekarang pembangunan baru dapat dilaksanakan dengan lebih baik, tertata dan berkesinambungan, ini semua tentu dalam rangka mengisi arti kemerdekaan dan mensejahterakan masyarakat.

Demikian Sejarah Kuningan Pasca Masuknya Islam dan sampai sekarang tahun 2010 diusianya yang 511 tahun ( HUT Kuningan diperingati setiap tanggal 1 September ) Kabupeten Kuningan telah mempunyai 32 Kecamatan meliputi 361 Desa dan 15 Kelurahan dengan Sesanti Daerah ”Rapih Winangun Kerta Raharja” dan moto juang daerahnya adalah Kuningan Asri yakni Kuningan yang Aman, Sehat, Rindang dan Indah. Semoga. Amin.

sejarah kuningan

Pertama kali diketahui Kerajaan Kuningan diperintah oleh seoran raja bernama Sang Pandawa atau Sang Wiragati. Raja ini memerintah sejaman dengan masa pemerintahan Sang Wretikandayun di Galuh (612-702 M). Sang Pandawa mempunyai putera wanita bernama Sangkari. Tahun 617 Sangkari menikah dengan Demunawan, putra Danghyang Guru Sempakwaja, seorang resiguru di Galunggung. Sangiyang Sempakwaja adalah petera tertua Wretikandayun, raja pertama Galuh. Demunawan inilah yang disebutkan dalam tradisi lisan masyarakat Kuningan memiliki ajian dangiang kuning dan menganut agama sanghiyang.

Meskipun Kuningan merupakan kerajaan kecil, namun kedudukannya cukup kuat dan kekuatan militerna cukup tangguh. Hal itu terbukti dengan kekalahan yang diderita pasukan Sanjaya (raja galuh) ketika menyerang Kuningan. kedatangan Sanjaya beserta pasukannya atas permintaan Dangiyang Guru Sempakwaja, besan sang Pandawa dengan maksud untuk memberi pelajaran terhadap Sanjaya yang bersikap pongah dan merasa diri paling kuat. Sanjaya adalah cicit Sang Wretikandayun, melalui putranya Sang Mandiminyak yang menggantikannya sebagai raja galuh (703-710) dan cucunya Sang Sena yang menjadi raja berikutnya (710-717).

Di Kerajaan Galuh terjadi konflik kepentingan, sehingga Resi Guru Sempakwaja mengambil keputusan. Diantaranya menempatkan Sang Pandawa menjadi guru haji (resiguru) di layuwatang (sekarang tempatnya di Desa Rajadanu Kecamatan Japara). Sedangkan kedudukan kerajaan digantikan Demunawan dengan gelar Sanghiyangrang Kuku, tahun 723.

Masa pemerintahan Rahyangtang Kuku, diberitakan bahwa ibu kota Kerajaan Kuningan ialah Saunggalah. Lokasinya diperkirakan berada di sekitar Kampung Salia, sekarang termasuk Desa Ciherang Kecamatan Nusaherang. Seluruh wilayahnya meliputi 13 wilayah diantaranya Galunggung, Layuwatang, Kajaron, Kalanggara, Pagerwesi, Rahasesa, Kahirupan, Sumanjajah, Pasugihan, Padurungan, Darongdong, Pegergunung, Muladarma dan Batutihang.

Tahun 1163-1175, Kerajaan Saunggalah terungkap lagi setelah tidak ada catatan paska Demunawan. Saat itu tahta kerajaan dipegang oleh Rakean Dharmasiksa, anak dari Prabu Dharmakusumah (1157-1175) seorang raja Sunda yang berkedudukan di Kawali. Rakean Dharmasiksa memerintah Saunggalah menggantikan mertuanya, karena ia menikan dengan putri Saunggalah.

Namun Rakean Dharmasiksa tidak lama kemudian menggantikan ayahnya yang wafat tahun 1175 sebagai raja Sunda. Sedangkan kerajaan Saunggalah digantikan puteranya yang bernama Ragasuci atau Rajaputra. Sebagai penguasa Saunggalah, Ragasuci dijuluki Rahyantang Saunggalah (1175-1298). Ia memeristri Dara Puspa, putri seorang raja Melayu.

Tahun 1298, Ragasuci diangkat menjadi Raja Sunda menggantikan ayahnya dengan gelar Prabu Ragasuci (1298-1304). Kedudukannya di Saunggalah digantikan puteranya bernama Citraganda. Pada masa kekuasaan Ragasuci, wilayah kekuasaannya bertambah meliputi Cipanglebakan, Geger Gadung, Geger Handiwung, dan Pasir Taritih di Muara Cipager Jampang.

Masa Keadipatian

Berdasarkan tradisi lisan, sekitar abad 15 Masehi di daerah Kuningan sekarang dikenal dua lokasi yang mempunyai kegiatan pemerintahan yaitu Luragung dan Kajene. Pusat pemerintahan Kajene terletak sekarang di Desa Sidapurna Kecamatan Kuningan. saat itu, Luragung dan Kajene bukan lagi sebuah kerajaan tapi merupakan buyut haden. Masa ini, dimulai dengan tampilnya tokoh Arya Kamuning, Ki Gedeng Luragung dan kemudian Sang Adipati Kuningan sebagai pemipun daerah Kajene, Luraugng dan kemudian Kuningan.

Mereka secara bertahap di bawah kekuasaan Susuhunan Jati atau Sunan Gunung Djati (salah satu dari sembilan wali, juga penguasa Cirebon). Tokoh Adipati Kuningan ada beberapa versi. Versi pertama Sang Adipati Kuningan itu adalah putera Ki Gedeng Luragung (unsur lama). Tetapi kemudian dipungut anak oleh Sunan Gunung Djati (unsur baru).

Dia dititipkan oleh aya angkatnya kepada Arya Kamuning untuk dibesarkan dan dididik. Kemudian menggantikan kedudukan yang mendidiknya. Versi kedua, Sang Adipati Kuningan adalah putera Ratu Selawati, keturunan Prabu Siliwangi (unsur lama), dari pernikahannya dengan Syekh Maulanan Arifin (unsur baru). Disini jelas terjadi kearifan sejarah.

Berdasarkan Buku Pangaeran Wangsakerta yang ditulis abad ke 17, Sang Adipati Kuningan yang berkelanjutan penjelasanya adalah berita yang menyebutkan tokoh ini dikaitkan dengan Ratu Selawati. Bahwa agama Islam menyebar ke Kuningan berkat upaya Syek Maulana Akbar atau Syek Bayanullah. Dia adalah adik Syekh Datuk Kahpi yang bermukim dan membuka pesantren di kaki bukit Amparan Jati (sekarang Cirebon).

Syekh Maulana Akbar membukan pesantren pertama di Kuningan yaitu di Desa Sidapurna sekarang, ibu kota Kajene. Ia menikah dengan Nyi Wandansari, putri Surayana. Ada pun Surayana adalah putra Prabu Dewa Niskala atau Prabu Ningrat Kancana, Raja Sunda yang berkedudukan di Kawali (1475-1482) yang menggantikan kedudukan ayahnya Prabu Niskala Wastu Kancana atau lebih dikenal dengan sebutan Prabu Siliwangi.

Dari pernikahan dengan Nyi Wandansari berputra Maulana Arifin yang kemudian menikah dengan Ratu Selawati. Ratu Selawati bersama kakak dan adiknya yaitu Bratawijaya dan Jayakarsa adalah cucu Prabu Maharaja Niskala Wastu Kancana atau Prabu Siliwangi. Bratawijaya kemudian memimpin di Kajene dengan gelar Arya Kamuning. Sedangkan Jayaraksa memimpin masyarakat Luragung dengan gelar Ki Gedeng Luragung.

Mereka bertiga, yakni Ratu Selawati, Arya Kamuning (Bratawijaya), Ki Gedeng Luragung (Jayaraksa) diIslamkan oleh uwaknya yakni Pangeran Walangsungsang. Adapun Sang Adipati Kuningan yang sesungguhnya bernama Suranggajaya adalah anak dari Ki Gedeung Luragung (namun hal itu masih merupakan babad peteng atau masa kegelapan yang sampai saat ini tidak diketahui kebenarannya sesungguhnya anak siapa Sang Adipati Kuningan).

Atas prakarsa Sunan Gunung Djati dan istrinya yang berdarah Cina Ong Tin Nio yang sedang berkunjung ke Luragung, Suranggajaya diangkat anak oleh mereka. Tetapi pemeliharaan dan pendidikannya dititipkan pada Arya Kamuning. Sedangkan Arya Kamuning sendiri dikabarkan tidak memiliki keturunan. Akhirnya Suranggajaya diangkat jadi adipati oleh Susuhunan Djati (Sunan Gunung Djati) menggantikan bapak asuhnya.

Penobatan ini dilakukan pada tanggal 4 Syura (Muharam) Tahun 1498 Masehi. Penanggalan tesebut bertempatan dengan tanggal 1 September 1498 Masehi. Sejak tahun 1978, hari pelantikan Suranggajaya menjadi Adipati Kuningan itu ditetapkan sebagai Hari Jadi Kuningan sampai sekarang.***