Rabu, 08 Desember 2010

Spirit Baru Ki Sunda

Spirit Baru Ki Sunda

Oleh Ahmad Zakiyuddin

Pada tanggal 26 Juli s.d 27 Juli 2010 Paguyu- ban Pasundan baru saja melaksanakan kongresnya yang ke- 41. Kongres tersebut sejatinya memunculkan harapan dan inovasi baru tidak sebatas rutinitas pergantian kepemimpinan Paguyuban Pasundan. Kongres seharusnya memunculkan spirit baru bagi perubahan harkat dan martabat Ki Sunda, yaitu menjadi fasilitator, dinamisator, dan katalisator perubahan sosial masyarakat Sunda menuju masyarakat unggul dina sagala widang kahirupan sebagaimana filosofi urang Sunda anu nyunda, nyantri, nyakola sareung nyantika.

Paguyuban Pasundan semenjak berdiri sesungguhnya telah menorehkan semangat perubahan bagi Ki Sunda, khususnya terhadap generasi muda Sunda. Hal ini tercermin dari sosok dan karakter Oto Iskandardinata yang memiliki perhatian luar biasa terhadap generasi muda Sunda. Oto Iskandardinata menunjukkan jati diri orang Sunda anu sajati, anu teu unggut kalinduan teu gedag kaanginan tur leber wawanen.

Oto Iskandardinata menganjurkan, "Pemuda Sunda! Kalau kalian tidak sungguh-sungguh mengasah diri, bukan mustahil, kalian di tanah air sendiri tidak akan mendapat bagian, terpaksa terus berkosong tangan, sebab kalah oleh golongan lain. Oleh sebab itu, para pemuda Sunda, cepat buka mata, cepat kumpulkan tenaga dan senjata, yang dibangun dengan pengetahuan adat tabiat yang kokoh, yaitu kesungguhan, kemauan, ketekunan, niat yang kuat, dan keberanian. Kalau tidak demikian, sia-sialah, pasti pemuda Sunda terdesak di medan perang dalam mencari penghidupan."

Namun, saat ini, spirit Oto Iskandardinata hanya menjadi kertas sejarah, bahkan semangat kaderisasi regenerasi di Paguyuban Pasundan kian memudar. Salah satu indikasinya, Paguyuban Pasundaan belum maksimal melakukan transformasi regenerasi Ki Sunda.

Moralitas kolektif

Hasil Kongres ke-41 Paguyuban Pasundan harus dijadikan arena pendidikan politik bagi masyarakat Jawa Barat dengan mewujudkan kepemimpinan Paguyuban Pasundan ke depan yang berketeladanan dan berkarakter. Kongres semestinya menunjukkan performa demokrasi sejati yang senantiasa menjunjung tinggi moralitas kolektif demi kepentingan masyarakat, bukan mempertahankan ambisi sempit kelompok elite Paguyuban Pasundan.

Proses demokrasi yang menjunjung tinggi moralitas kolektif perlu ditegakkan dalam memajukan dan dalam pengambilan keputusan organisasi Paguyuban Pasundan. Alasannya, pertama, Paguyuban Pasundan adalah organisasi tertua Sunda yang merupakan milik publik. Keterlibatan kolektivitas publik sesungguhnya modal utama dalam memberikan asupan gizi bagi pertumbuhan Paguyuban Pasundan. Asupan gizi tersebut diharapkan memberikan spektrum warna pelangi yang akan berdampak keseimbangan organisasi. Warna pelangi membuat Paguyuban Pasundan terlihat menawan dan tidak kaku.

Kedua, berdirinya Paguyuban Pasundan sejatinya wujud "ijtihad kolektif" tokoh-tokoh Sunda masa lalu agar Paguyuban Pasundan menjadi "obor" dalam mengangkat harkat dan martabat Ki Sunda. Ijtihad kolektif akan lebih memiliki makna substansial untuk kesejahteraan masyarakat seandainya Paguyuban Pasundan membuka ruang seluas-luasnya untuk hadirnya dialektika lintas generasi, termasuk kritik, saran, dan masukan konstruktif sehingga elemen-elemen Ki Sunda merasa memiliki dalam memajukan Paguyuban Pasundan.

Ketiga, dengan moralitas kolektif, segala tindakan organisasi akan mampu memberi manfaat yang luas bagi masyarakat. Apa pun konsekuensi logis dari semua keputusan yang diambil yang melibatkan moralitas kolektif akan menjadikan nasihat dan pelajaran terbaik bagi kelangsungan kehidupan sosial berikutnya.

Keteladanan

Terwujudnya kepemimpinan yang berketeladanan merupakan fokus prasyarat utama dan terpenting bagi pemulihan Ki Sunda dari deraan multikrisis berkepanjangan. Ketua Umum Paguyuban Pasundan ke depan harus mengembangkan dan mencontohkan kepemimpinan yang berketeladanan. Pertama, keteladanan dalam membangun hubungan yang harmonis dan sinergis dengan berbagai pihak. Kedua, keteladanan dalam menjalankan kebijakan dengan komitmen dan konsistensi tinggi dalam menjalankan amanah organisasi. Ketiga, keteladanan dalam mewujudkan keberpihakan nyata kepada masyarakat Sunda. Keempat, keteladanan untuk menghindarkan dan menjauhkan Paguyuban Pasundan dari sikap pragmatis dengan hanya menyandarkan roda organisasi pada figur yang memiliki jabatan untuk diangkat menjadi pengurus Paguyuban Pasundan daripada menciptakan pengaderan generasi muda Sunda. Pendekatan pragmatisme memunculkan kesan, Paguyuban Pasundan hanya alat politik pihak-pihak tertentu untuk menjadi bemper politik dan hukum, padahal secara real tidak memiliki implikasi manfaat apa pun terhadap proses peningkatan SDM dan regenerasi Ki Sunda.

Sudah saatnya Paguyuban Pasundan bangun dari tidur panjangnya. Sudah saatnya Paguyuban Pasundan tidak terjebak pada pragmatisme politik dan menjadikan lembaga sebagai underbow partai politik dan tokoh tertentu. Paguyuban Pasundan yang dinantikan adalah Paguyuban Pasundan yang memiliki sense of crisis terhadap masyarakat dan peduli memperjuangkan kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan dan peduli terhadap pemberdayaan Ki Sunda.***


Keutamaan Puasa di Hari Asyura (10 Muharram)

Keutamaan Puasa di Hari Asyura (10 Muharram)

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

[Di dalam kitab beliau Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi -rahimahullah- membawakan tiga buah hadits yang berkenaan dengan puasa sunnah pada bulan Muharram, yaitu puasa hari Asyura / Asyuro (10 Muharram) dan Tasu’a (9 Muharram)]

Hadits yang Pertama

عن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم صام يوم عاشوراء وأمر بصيامه. مُتَّفّقٌ عَلَيهِ

Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma-, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya”. (Muttafaqun ‘Alaihi).

Hadits yang Kedua

عن أبي قتادة رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم سئل عن صيام يوم عاشوراء فقال: ((يكفر السنة الماضية)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

Dari Abu Qatadah -radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu”. (HR. Muslim)

Hadits yang Ketiga

وعن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُما قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: ((لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan” (HR. Muslim)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura, beliau menjawab, ‘Menghapuskan dosa setahun yang lalu’, ini pahalanya lebih sedikit daripada puasa Arafah (yakni menghapuskan dosa setahun sebelum serta sesudahnya –pent). Bersamaan dengan hal tersebut, selayaknya seorang berpuasa ‘Asyura (10 Muharram) disertai dengan (sebelumnya, ed.) Tasu’a (9 Muharram). Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada yang kesembilan’, maksudnya berpuasa pula pada hari Tasu’a.

Penjelasan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk berpuasa pada hari sebelum maupun setelah ‘Asyura [1] dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi karena hari ‘Asyura –yaitu 10 Muharram- adalah hari di mana Allah selamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan para pengikutnya. Dahulu orang-orang Yahudi berpuasa pada hari tersebut sebagai syukur mereka kepada Allah atas nikmat yang agung tersebut. Allah telah memenangkan tentara-tentaranya dan mengalahkan tentara-tentara syaithan, menyelamatkan Musa dan kaumnya serta membinasakan Fir’aun dan para pengikutnya. Ini merupakan nikmat yang besar.

Oleh karena itu, setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tinggal di Madinah, beliau melihat bahwa orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura [2]. Beliau pun bertanya kepada mereka tentang hal tersebut. Maka orang-orang Yahudi tersebut menjawab, “Hari ini adalah hari di mana Allah telah menyelamatkan Musa dan kaumnya, serta celakanya Fir’aun serta pengikutnya. Maka dari itu kami berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”.

Kenapa Rasulullah mengucapkan hal tersebut? Karena Nabi dan orang–orang yang bersama beliau adalah orang-orang yang lebih berhak terhadap para nabi yang terdahulu. Allah berfirman,

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya orang yang paling berhak dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman, dan Allah-lah pelindung semua orang-orang yang beriman”. (Ali Imran: 68)

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling berhak terhadap Nabi Musa daripada orang-orang Yahudi tersebut, dikarenakan mereka kafir terhadap Nabi Musa, Nabi Isa dan Muhammad. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan manusia untuk berpuasa pula pada hari tersebut. Beliau juga memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ‘Asyura, dengan berpuasa pada hari kesembilan atau hari kesebelas beriringan dengan puasa pada hari kesepuluh (’Asyura), atau ketiga-tiganya. [3]

Oleh karena itu sebagian ulama seperti Ibnul Qayyim dan yang selain beliau menyebutkan bahwa puasa ‘Asyura terbagi menjadi tiga keadaan:

1. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan Tasu’ah (9 Muharram), ini yang paling afdhal.

2. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan tanggal 11 Muharram, ini kurang pahalanya daripada yang pertama. [4]

3. Berpuasa pada hari ‘Asyura saja, sebagian ulama memakruhkannya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi, namun sebagian ulama yang lain memberi keringanan (tidak menganggapnya makhruh). [5]

Wallahu a’lam bish shawab.

(Sumber: Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin terbitan Darus Salam – Mesir, diterjemahkan Abu Umar Urwah Al-Bankawy, muraja’ah dan catatan kaki: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Rifai)

CATATAN KAKI:

[1] Adapun hadits yang menyebutkan perintah untuk berpuasa setelahnya (11 Asyura’) adalah dha’if (lemah). Hadits tersebut berbunyi:

صوموا يوم عاشوراء و خالفوا فيه اليهود صوموا قبله يوما و بعده يوما . -

“Puasalah kalian hari ‘Asyura dan selisihilah orang-orang yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya. (HR. Ahmad dan Al Baihaqy. Didhaifkan oleh As Syaikh Al-Albany di Dha’iful Jami’ hadits no. 3506)

Dan berkata As Syaikh Al Albany – Rahimahullah- di Silsilah Ad Dha’ifah Wal Maudhu’ah IX/288 No. Hadits 4297: Penyebutan sehari setelahnya (hari ke sebelas. pent) adalah mungkar, menyelisihi hadits Ibnu Abbas yang shahih dengan lafadz:

“لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع” .

“Jika aku hidup sampai tahun depan tentu aku akan puasa hari kesembilan”

Lihat juga kitab Zaadul Ma’ad 2/66 cet. Muassasah Ar-Risalah Th. 1423 H. dengan tahqiq Syu’aib Al Arnauth dan Abdul Qadir Al Arna’uth.

لئن بقيت لآمرن بصيام يوم قبله أو يوم بعده . يوم عاشوراء) .-

“Kalau aku masih hidup niscaya aku perintahkan puasa sehari sebelumnya (hari Asyura) atau sehari sesudahnya” ((HR. Al Baihaqy, Berkata Al Albany di As-Silsilah Ad-Dha’ifah Wal Maudhu’ah IX/288 No. Hadits 4297: Ini adalah hadits mungkar dengan lafadz lengkap tersebut.))

[2] Padanya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa penetapan waktu pada umat terdahulu pun menggunakan bulan-bulan qamariyyah (Muharram s/d Dzulhijjah, Pent.) bukan dengan bulan-bulan ala Eropa (Jan s/d Des). Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa hari ke sepuluh dari Muharram adalah hari di mana Allah membinasakan Fir’aun dan pengikutnya dan menyelamatkan Musa dan pengikutnya. (Syarhul Mumthi’ VI.)

[3] Untuk puasa di hari kesebelas haditsnya adalah dha’if (lihat no. 1) maka – Wallaahu a’lam – cukup puasa hari ke 9 bersama hari ke 10 (ini yang afdhal) atau ke 10 saja.

Asy-Syaikh Salim Bin Ied Al Hilaly mengatakan bahwa, “Sebagian ahlu ilmu berpendapat bahwa menyelisihi orang Yahudi terjadi dengan puasa sebelumnya atau sesudahnya. Mereka berdalil dengan hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam,

صوموا يوم عاشوراء و خالفوا فيه اليهود صوموا قبله يوما أو بعده يوما .

“Puasalah kalian hari ‘Asyura dan selisihilah orang-orang Yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”.

Ini adalah pendapat yang lemah, karena bersandar dengan hadits yang lemah tersebut yang pada sanadnya terdapat Ibnu Abi Laila dan ia adalah jelek hafalannya.” (Bahjatun Nadhirin Syarah Riyadhus Shalihin II/385. cet. IV. Th. 1423 H Dar Ibnu Jauzi)

[4] (lihat no. 3)

[5] Asy-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,

والراجح أنه لا يكره إفراد عاشوراء.

Dan yang rajih adalah bahwa tidak dimakruhkan berpuasa ‘Asyura saja. (Syarhul Mumthi’ VI)

Wallaahu a’lam.

Rabu, 29 September 2010

Sejarah Waduk Darma

Jauh sebelum Waduk Darma di bangun oleh Belanda (Th 1922) Keberadaan Waduk Darma pada masa para wali datang ke Darma. sudah merupakan situ/danau kecil dan sebagian merupakan kawasn pesawahan dan pemukiman penduduk serta merupakn titik temua antara desa Darma, Jagara, sakerta, Paninggaran, Cipasung, Kawah Manuk dan Parumg. Sawah terbentang dengan luasnya aliran sungai Cisanggarung meleok-leok dari selatan ke utara, burung bangau burung kuntul datang berterbangan mencari ikan di petak-petak persawahan dan di rawa-rawa, gemercik suara air dan suara katak bersautan memecah keheningan darah yang indah. Di sebelah timur tampak berdiri megahnya bukit Pabeasan, dan sebelah barat tampak pula bukit Panenjoan yang membatasi kawasan Kabupaten Kuningan dengan Kabupaten Majalengka. Di tengah-tengah Waduk Drama ai meluap dfari mata air Cihanyir, di sebelah utara tampak berdiri sosok keperkasaan gunung Ciremai. Untuk melukisakan keindahaan itu penulis tidak mampu menuangkannya lewat tulisan ini.
Dikala para wali masih hidup Waduk Darma sudah di bikin bendungan atau situ yang cukup besar yang di buat oleh mbah Satori (mbah dalem Cageur). Adapun air yang di pakai untuk mengairinya berasal dari mata air Cihanyir yang berada tepat di tengah Waduk Darma dan dari hulu sungai Cisanggarung.
Tujuan mbah Dalem Cageur (Embah Satori) membuat bendungan/Situ itu, adalah untuk tempat bermain Putranya yaitu Paneran Gencay. Dan selain dari itu mbah Dalem Cageur memiliki hobi memelihara ikan.
Dalam pembuatan bendungan dan Situ tersebut mbah Dalem Cageur tidak sedikit mengerahkan tenaga dari pada kurawanya sehingga memerlukan jamuan atau hidangan yang cukup banyak untuk menjamu para pekerjanya. Konon menurut cerita untuk menenek nasi iotu mbah Dalem Cageur memilih salah satu bukit yanga berada di sebelah desa Darma (Desa Kawah Manuk) sehingga sampai saat ini tempat bekas menanak nasi itu di beri nama " bukit Pangliwetan".
Serta menurut saksi-saksi yang masih hidup tempat-tempat bekas menjamupara pekerja dalm pembuatan Situ, sampai saat ini masih ada peninggalannya berupa onggokan tanah yang berupa congcot (nasi tumpeng) herannya onggokan tanah itu sejak dahulu kala sampai sekarang tidak pernah hilang wzlaupun sudah beberapa kalai di rusak manusia dan di genangi air selam berpuluh-puluh tahun (selalu muncul lagi).
Setelah selesai pembuatan Situ mbah Dalem Cageur lalau beliau membuat sebuah perahu yang terbuat dari papan kayu jati dengan ukuran yang cukup besar, ukurannya menurut penduduk yang pernah melihat atau menginjak pada saat Waduk Darma dibobvolkan pada tahun 1972 memperkirakan apanjangnya 20 x 7 meter. Dimana perahu itu bi buat untuk bermain-main anaknya ( Pangeran Gencay). Saking girangnya Pangeran Gencay tidak siang tidak malam ia bersama rekan-rekannya terus menaiki perahu itu. Sementara para penduduk menyaksikan di sekeliling Situ sambil menabuh berbagai gamelan. Dan konon tempat penduduk memainkan gamelan itu di beri nama "Muncul Goong".
Takdir tak dapat di pungkiri, malang tak dapat di hadang, pada satu malam tepat pada saat Bulan Purnama Pangeran Gencay bersama para pengasuhnya yang lagi bersenang-senang menaiki perahu buatan ayahnya karam/tenggelam di tengah-tengah situ. Jerit tangis dan ratapan tak dapat di tahan, kedukaan mbah Dalem Cageur tak dapat di lukiskan, sehingga saking kecewanya, maka situ itu atas perintah Embah Dalem Cageur harus di bobolkan dan tidak boleh di kelem/diari lagi karena kelak akan membahayakan anak cucu.
Setelah Jenasah Pangeran Gencay di temukan lalu di bawa ke satu tempat nama "Munjul Bangke" (Muncul= tempat yang menonjol. Bangke= Bangkai)
dan jenasahnya dfi kuburkan di desa Jagara. Adapun tempat tenggelamnya Pangeran Gencay oleh penduduk di beri nama "Labuhan Bulan" karena perahunya tenggelam tepat pada saat bulan purnama (Labuhan= kalebuh, kalebuh= tenggelam).
Pada jaman Belanda seluruh tanah yang akan di jadikan Waduk oleh Belanda di beli secara tunai (th 1939) dengan perhitungan. Tanah Rakyat di beli seharga 100%, Tanah Kasikepan (Tanah kekeyaan Desa) 2/3%, Sedangkan Tanah Bengkok Hanya di beli seharaga 1/3% dari harga normal saat itu.

Senin, 03 Mei 2010

Dialog Iblis dengan Nabi Muhammad SAW

Iblis Terpaksa bertamu kepada Rasulullah SAWdari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba – tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? sebab kalian akan membutuhkanku. “

Rasulullah bersabda:”Tahukah kalian siapa yang memanggil?“

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.“

Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah“

Nabi menahannya:”Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.“

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapa 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad,…. . salam untukmu para hadirin…“

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?“

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.“

“Siapa yang memaksamu?“

“Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.“
oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.“

OrangYang Dibenci IblisRasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: ” Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?“
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”“lalu siapa lagi?“

“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

“Lalu siapa lagi?“

“Orangyang selalu bersuci.“

“Siapa lagi?“

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.“
“apa tanda kesabarannya?“

“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar.“

“Selanjutnya apa?“

“Orang kaya yang bersyukur.“

“apa tanda kesyukurannya?”

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?“
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.“

“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.“

“Usman bin Affan?“

“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali bin Abi Thalib?“

“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?“

“aku merasa panas dingin dan gemetar.“

“Kenapa?“

“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.“
“Jika seorang umatku berpuasa?“

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji?“

“Aku seperti orang gila.“
“Jika ia membaca al-Quran?“

“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.“

“Jika ia bersedekah?“
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“mengapa bisa begitu?“

“sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.“

“apa yang dapat mematahkan pinggangmu?“

“suara kuda perang di jalan Allah.“

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?“

“taubat orang yang bertaubat.“

“apa yang dapat membakar hatimu?“

“istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

“sedekah yang diam – diam.“

“Apa yang dapat menusuk matamu?“

“Shalat fajar.“

“Apa yang dapat memukul kepalamu?“

“Shalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?“

“Majelis para ulama.“

“bagaimana cara makanmu?“

“dengan tangan kiri dan jariku.“

“dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?“

“di bawah kuku manusia.”

Manusia Yang Menjadi Teman IblisNabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?“

“Pemakan riba.“

“Siapa sahabatmu?“

“Pezina.“

“Siapa teman tidurmu?“

“Pemabuk..”

“Siapa tamumu?“

“Pencuri.“

“Siapa utusanmu?“

“Tukang sihir.“
“Apa yang membuatmu gembira?“

“Bersumpah dengan cerai.”

“Siapa kekasihmu?“

“Orangyang meninggalkan shalat jumaat“

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?“
“orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

IblisTidak Berdaya Di hadapan Orang Yang IkhlasRasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.“

Iblis segera menimpali:” tidak, tidak… tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir..
Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.
Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua.
Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”

“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.“

IblisDibantu oleh 70.000 anak – anaknya
Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang – orang tua, sebagian untuk menggangu wanita – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaithan juga berkata,”keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

mereka, anak – anakku seleu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.Cara Iblis MenggodaTahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barang siapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah(gosip) dan Namimah(Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya ke mukanya..

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ‘shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedanga aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?“

10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT
“berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”

“10 macam“

“apa saja?”

“aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, “Orang – orang bros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27)

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silahkan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : “wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.”

jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.

sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.

kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :”mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)
juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata: “wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin pendudk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk – mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.“

Jumat, 30 April 2010

Bentuk Telapak Tanganmu adalah:

Bentuk Telapak Tanganmu adalah:

* Lebar, bentuk telapak persegi dengan jari berukuran pendek
* Berkulit tebal, dengan warna yang agak gelap
* Garis tangan jelas, lurus, dan dalam

* Persegi atau segilima dengan jari yang panjang-panjang
* Kulitnya kering
* Garis tipis dan jelas

* Telapak berbentuk panjang, kadang berbentuk oval dengan jari2 yang panjang
* Berkulit telapak halus dan agak lembab
* Banyak garis tangan dan kebanyakan nggak jelas

* Persegi atau Segi lima dengan jari yang pendek
* Hangat, berkeringat dan kulit telapak berwarna merona
* Banyak garis

Selasa, 20 April 2010


Sesudah shalat malam bersama, beberapa santri yang besok pagi diperkenankan pulang kembali ke tengah masyarakatnya, dikumpulkan oleh Pak Kiai dimasjid. Seperti biasanya, Pak Kiai bukannya hendak memberi bekal terakhir, melainkan menyodorkan pertanyaan-pertanyaan khusus, yang sebisa mungkin belum usah terdengar dulu oleh para santri lain yang masih belajar di pesantren. "Agar manusia di muka bumi ini memiliki alat dan cara untuk selamat kembali ke Tuhannya,

**" berkata Pak Kiai kepada santri pertama, "apa yang Allah berikan kepada manusia selain alam dan diri manusia sendiri?" "Agama," jawab santri pertama. "Berapa jumlahnya?" "Satu." "Tidak dua atau tiga?" "Allah tak pernah menyebut agama atau nama agama selain yang satu itu, sebab memang mustahil dan mubazir bagi Allah yang tunggal untuk memberikan lebih dari satu macam tuntunan."

** Kepada santri kedua Pak Kiai bertanya, "Apa nama agama yang dimaksudkan oleh temanmu itu?" "Islam." "Sejak kapan Allah mengajarkan Islam kepada manusia?" "Sejak Ia mengajari Adam nama benda-benda." "Kenapa kau katakan demikian?" "Sebab Islam berlaku sejak awal mula sejarah manusia dituntun. Allah sangat adil. Setiap manusia yang lahir di dunia, sejak Adam hingga akhir zaman, disediakan baginya sinar Islam." "Kalau demikian, seorang Muslimkah Adam?" "Benar, Kiai. Adam adalah Muslim pertama dalam sejarah umat manusia."

** Pak Kiai beralih kepada santri ketiga. "Allah mengajari Adam nama benda-benda," katanya, "bahasa apa yang digunakan?" Dijawab oleh santri ketiga, "Bahasa sumber yang kemudian dikenal sebagai bahasa Al-Qur'an." "Bagaimana membuktikan hal itu?" "Para sejarahwan bahasa dan para ilmuwan lain harus bekerja sama untuk membuktikannya. Tapi besar kemungkinan mereka takkan punya metode ilmiah, juga tak akan memperoleh bahan-bahan yang diperlukan. Manusia telah diseret oleh perjalanan waktu yang sampai amat jauh sehingga dalam kebanyakan hal mereka buta sama sekali terhadap masa silam." "Lantas bagaimana mengatasi kebuntuan itu?" "Pertama dengan keyakinan iman. Kedua dengan kepercayaan terhadap tanda-tanda yang terdapat dalam kehendak Allah." "Maksudmu, Nak?" "Allah memerintahkan manusia bersembahyang dalam bahasa Al-Qur'an. Oleh karena sifat Islam adalah rahmatan lil 'alamin, berlaku universal secara ruang maupun waktu, maka tentulah itu petunjuk bahwa bahasa yang kita gunakan untuk shalat adalah bahasa yang memang relevan terhadap seluruh bangsa manusia. Misalnya, karena memang bahasa Al-Qur'anlah yang merupakan akar, sekaligus puncak dari semua bahasa yang ada di muka bumi."

** "Temanmu tadi mengatakan," berkata Pak Kiai selanjutnya kepada santri keempat, "bahwa Allah hanya menurunkan satu agama. Bagaimana engkau menjelaskan hal itu?" "Agama Islam dihadirkan sebagaimana bayi dilahirkan," jawab santri keempat, "Tidak langsung dewasa, tua atau matang, melainkan melalui tahap-tahap atau proses pertumbuhan." "Apa jawabmu terhadap pertanyaan tentang adanya berbagai agama selain Islam?" "Itu anggapan kebudayaan atau anggapan politik bukan anggapan akidah." "Apakah itu berarti engkau tak mengakui eksistensi agama-agama lain?" "Aku mengakui nilai-nilai yang termuat dalam yang disebut agama-agama itu --sebelum dimanipulasikan-- sebab nilai-nilai itu adalah Islam jua adanya pada tahap tertentu, yakni sebelum disempurnakan oleh Allah melalui Muhammad rasul pamungkasNya. Bahwa kemudian berita-berita Islam sebelum Muhammad itu dilembagakan menjadi sesuatu yang disebut agama --dengan, ternyata, berbagai penyesuaian, penambahan atau pengurangan-- sebenarnya yang terjadi adalah pengorganisasian. Itu bukan agama Allah, melainkan rekayasa manusia."

** Pak Kiai menatapkan matanya tajam-tajam ke wajah santri kelima sambil bertanya, "Agama apakah yang dipeluk oleh orang-orang beriman sebelum Muhammad?" "Islam, Kiai." "Apa agama Ibrahim?" "Islam." "Apa agama Musa?" "Islam." "Dan agama Isa?" "Islam." "Sudah bernama Islamkah ketika itu?" "Tidak mungkin, demikian kemauan Allah, ada nama atau kata selain Islam yang sanggup mewakili kandungan-kandungan nilai petunjuk Allah. Islam dan kandungannya tak bisa dipisahkan, sebagaimana api dengan panas atau es dengan dingin. Karena ia Islam, maka demikianlah kandungan nilainya. Karena demikian kandungan nilainya, maka Islamlah namanya. Itu berlaku baik tatkala pengetahuan manusia telah mengenal Islam atau belum."

** "Maka apakah gerangan arti yang paling inti dari Islam?" Pak Kiai langsung menggeser pertanyaan kepada santri keenam. "Membebaskan," jawab santri itu. "Pakailah kata yang lebih memuat kelembutan!" "Menyelematkan, Kiai." "Siapa yang menyelamatkan, siapa yang diselamatkan, serta dari apa dan menuju apa proses penyelamatan atau pembebasan itu dilakukan?" "Allah menyelamatkan manusia, diaparati oleh para khulafa' atas bimbingan para awliya dan anbiya. Adapun sumber dan tujuannya ialah membebaskan manusia dari kemungkinan tak selamat kembali ke Allah. Manusia berasal dari Allah dan sepenuhnya milik Allah, sehingga Islam --sistem nilai hasil karya Allah yang dahsyat itu-- dimaksudkan untuk membebaskan manusia dari cengkeraman sesuatu yang bukan Allah." "Apa sebab agama anugerah Allah itu tak bernama Salam, misalnya?" "Salam ialah keselamatan atau kebebasan. Itu kata benda. Sesuatu yang sudah jadi dan tertentu. Sedangkan Islam itu kata kerja. Berislam ialah beramal, berupaya, merekayasa segala sesuatu dalam kehidupan ini agar membawa manusia kepada keselamatan di sisi Allah."

** Pak Kiai menuding santri ketujuh, "Tidakkah Islam bermakna kepasrahan?" "Benar, Kiai," jawabnya, "Islam ialah memasrahkan diri kepada kehendak Allah. Arti memasrahkan diri kepada kehendak Allah ialah memerangi segala kehendak yang bertentangan dengan kehendak Allah." "Bagaimana manusia mengerti ini kehendak Allah atau bukan?" "Dengan memedomani ayat-ayatNya, baik yang berupa kalimat-kalimat suci maupun yang terdapat dalam diri manusia, di alam semesta, maupun di setiap gejala kehidupan dan sejarah. Oleh karena itu Islam adalah tawaran pencarian yang tak ada hentinya." "Kenapa sangat banyak orang yang salah mengartikan makna pasrah?" "Karena manusia cenderung malas mengembangkan pengetahuan tentang kehendak Allah. Bahkan manusia makin tidak peka terhadap tanda-tanda kehadiran Allah di dalam kehidupan mereka. Bahkan tak sedikit di antara orang-orang yang rajin bersembahyang, sebenarnya tidak makin tinggi pengenalan mereka terhadap kehendak Allah. Mereka makin terasing dari situasi karib dengan kemesraan Allah. Hasilnya adalah keterasingan dari diri mereka sendiri. Tetapi alhamdulillah, situasi terasing dan buntu yang terjadi pada peradaban mutakhir manusia, justru merupakan awal dari proses masuknya umat manusia perlahan-lahan ke dalam cahaya Islam. Sebab di dalam kegelapanlah manusia menjadi mengerti makna cahaya."

** "Cahaya Islam. Apa itu gerangan?" Santri ke delapan menjawab, "Pertama-tama ialah ilmu pengetahuan. Adam diajari nama benda-benda. Itulah awal mula pendidikan kecendekiaan, yang kelak direkonstruksi oleh wahyu pertama Allah kepada Muhammad, yakni iqra'. Itulah cahaya Islam, sebab agama itu dianugerahkan kepada makhluk tertinggi yang berpikiran dan berakal budi yang bernama manusia." "Pemikiranmu lumayan," sahut Pak Kiai, "Cahaya Islam tentunya tak dapat dihitung jumlahnya serta tak dapat diukur keluasan dan ketinggiannya: kita memerlukan tinta yang ditimba dari tujuh lautan lebih untuk itu. Bersediakah engkau kutanyai barang satu dua di antara kilatan-kilatan cahaya mahacahaya itu?" "Ya, Kiai." "Sesudah engkau sebut Adam, apa yang kau peroleh dari Idris?" "Dinihari rekayasa teknologi." "Dari Nuh?" "Keingkaran terhadap ilmu dan kewenangan Allah." "Hud?" "Kebangunan kembali menuju salah satu puncak peradaban dan teknologi canggih." "Baik. Tak akan kubawa kau berhenti di setiap terminal. Tetapi jawablah: pada Ibrahim, terminal Islam apakah yang engkau temui?" "Rekonstruksi tauhid, melalui metode penelitian yang lebih memeras pikiran dan pengalaman secara lebih detil." "Pada Ismail?" "Pengurbanan dan keikhlasan." "Ayyub?" "Ketahanan dan kesabaran." "Dawud?" "Tangis, perjuangan dan keberanian." "Sulaiman?" "Ke-waskita-an, kemenangan terhadap kemegahan benda, kesetiaan ekologis dan keadilan." "Sekarang sebutkan yang engkau peroleh dari Musa!" "Keteguhan, ketegasan haq, ilmu perjuangan politik, tapi juga kedunguan dalam kepandaian." "Dari Zakaria?" "Dzikir." "Isa?" "Kelembutan cinta kasih, alam getaran hub." "Adapun dari Muhammad, anakku?" "Kematangan, kesempurnaan, ilmu manajemen dari semua unsur cahaya yang dibawa oleh para perutusan Allah sebelumnya."

** Akhirnya tiba kepada santri kesembilan. "Di tahap cahaya Islam yang manakah kehidupan dewasa ini?" "Tak menentu, Kiai," jawab sanri terakhir itu, "Terkadang, atau bahkan amat sering, kami adalah Adam yang sembrono dan nekad makan buah khuldi. Di saat lain kami adalah Ayyub --tetapi-- yang kalah oleh sakit berkepanjangan dan putus asa oleh perolehan yang amat sedikit. Sebagian kami memperoleh jabatan seperti Yusuf tapi tak kami sertakan keadilan dan kebijakannya; sebagian lain malah menjadi Yusuf yang dicampakkan ke dalam sumur tanpa ada yang mengambilnya. Ada juga golongan dari kami yang telah dengan gagahnya membawa kapak bagai Ibrahim, tapi sebelum tiba di gudang berhala, malah berbelok mengerjakan sawah-sawah Fir'aun atau membelah kayu-kayu untuk pembangunan istana diktator itu." Pak Kiai tersenyum, dan santri itu meneruskan, "Mungkin itu yang menyebabkan seringkali kami tersembelih bagai Ismail, tapi tak ada kambing yang menggantikan ketersembelihan kami." "Maka sebagian dari kami lari bagai Yunus: seekor ikan paus raksasa menelan kami, dan sampai hari ini kami masih belum selesai mendiskusikan dan menseminarkan bagaimana cara keluar dari perut ikan." Pak Kiai tertawa terkekeh-kekeh. "Kami belajar pidato seperti Harun, sebab dewasa ini berlangsung apa yang disebut abad informasi. Tetapi isi pidato kami seharusnya diucapkan 15 abad yang lalu, padahal Musa-Musa kami hari ini tidaklah sanggup membelah samudera." "Anakku," Pak Kiai menyela, "pernyataan-pernyataanmu penuh rasa sedih dan juga semacam rasa putus asa." "Insyaallah tidak, Kiai," jawab sang santri, "Cara yang terbaik untuk menjadi kuat ialah menyadari kelemahan. Cara yang terbaik untuk bisa maju ialah memahami kemunduran. Sebodoh-bodoh kami, sebenarnya telah pula berupaya membuat tali berpeluru Dawud untuk menyiapkan diri melawan Jalut. Tongkat Musa kami pun telah perlahan-lahan kami rekayasa, agar kelak memiliki kemampuan untuk kami lemparkan ke halaman istana Fir'aun dan menelan semua ular-ular sihir yang melata-lata. Kami juga mulai berguru kepada Sulaiman si raja agung pemelihara ekosistem. Seperti Musa kami juga belajar berendah hati kepada ufuk ilmu Khidhir. Dan berzikir. Bagai Zakaria, kami memperpeka kehidupan kami agar memperoleh kelembutan yang karib dengan ilmu dan kekuatan Allah. Terkadang kami khilaf mengambil hanya salah satu watak Isa, yakni yang tampak sebagai kelembekan. Tetapi kami telah makin mengerti bagaimana berguru kepada keutuhan Muhammad, mengelola perimbangan unsur-unsur, terutama antara cinta dengan kebenaran. Sebab tanpa cinta, kebenaran menjadi kaku dan otoriter. Sedangkan tanpa kebenaran, cinta menjadi hanya kelemahan, keterseretan, terjebak dalam kekufuran yang samar, hanyut dan tidak berjuang."

** Betapa tak terbatas apabila perbincangan itu diteruskan jika tujuannya adalah hendak menguak rahasia cahaya Islam. "Sampai tahap ini," kata Pak Kiai, "cukuplah itu bagi kalian, sesudah dua pertanyaan berikut ini kalian jawab." "Kami berusaha, Kiai," jawab mereka. "Bagaimana kalian menghubungkan keyakinan kalian itu dengan keadaan masyarakat dan negeri di mana kalian bertempat tinggal?" "Kebenaran berlaku hanya apabila diletakkan pada maqam yang juga benar. Juga setiap kata dan gerak perjuangan," berkata salah seorang. "Sebaik-baik urusan ialah di tengah-tengahnya, kata Rasul Agung. Harus pas. Tak lebih tak kurang," sambung lainnya. "Muhammad juga mengajarkan kapan masuk Gua Hira, kapan terjun ke tengah masyarakat," sambung yang lain lagi. "Mencari titik koordinat yang paling tepat pada persilangan ruang dan waktu, atau pada lalu lintas situasi dan peta sejarah." "Ada dakwah rahasia, ada dakwah terang-terangan." "Hikmah, maw'idhah hasanah, jadilhum billati hiya ahsan." "Makan hanya ketika lapar, berhenti makan sebelum kenyang. Itulah irama. Itulah sesehat-sehat kesehatan, yang berlaku bagi tubuh maupun proses sejarah." "Perjuangan ialah mengetahui kapan berhijrah ke Madinah dan kapan kembali ke Makkah untuk kemenangan." "Dan di atas semua itu, Rasulullah Muhammad bersedia tidur beralaskan daun kurma atau bahkan di atas lantai tanah." Pak Kiai tersenyum, "Apa titik tengah di antara kutub kaku legas dan kutub lembek, anak-anakku?" "Lentur, Kiai!" kesembilan santri itu menjawab serentak, karena kalimat itulah memang yang hampir setiap hari mereka dengarkan dari mulut Pak Kiai sejak hari pertama mereka datang ke pesantren itu.
"Fal-yatalaththaf!" ucap Pak Kiai akhirnya sambil berdiri dan menyalami santri-santrinya satu per satu,
"titik pusat Al-Qur'an!"

Sabtu, 10 April 2010

jadwal pilkada indonesia

S U M U T
1 PILKADA KOTA MEDAN 27 Juni 2010
2 PILKADA SERDANG BEDAGAI 27 Juni 2010
3 PILKADA KOTA PEMATANG SIANTAR 27 Juni 2010
4 PILKADA ASAHAN 27 Juni 2010
5 PILKADA LABUHAN BATU 27 Juni 2010
6 PILKADA TAPANULI SELATAN 27 Juni 2010
7 PILKADA MANDAILING NATAL 27 Juni 2010
8 PILKADA KOTA SIBOLGA 30 Juni 2010
9 PILKADA HUMBANG HASUNDUTAN 27 Juni 2010
10 PILKADA TOBA SAMOSIR 27 Juni 2010
11 PILKADA SAMOSIR 27 Juni 2010
12 PILKADA PAKPAK BHARAT 27 Juni 2010
13 PILKADA KOTA BINJAI 27 Juni 2010
14 PILKADA KOTA TEBING TINGGI 26 Juni 2010
15 PILKADA SIMALUNGUN 12 September 2010
16 PILKADA KOTA TANJUNG BALAI 26 September 2010
17 PILKADA NIAS SELATAN 30 Nopember 2010
18 PILKADA KARO 03 Oktober 2010
19 PILKADA TAPANULI TENGAH 11 Desember 2010
SUMATERA BARAT 27 Juni 2010
20 PILKADA SOLOK 27 Juni 2010
21 PILKADA SOLOK SELATAN 27 Juni 2010
22 PILKADA KOTA SOLOK 27 Juni 2010
23 PILKADA DHARMASRAYA 27 Juni 2010
24 PILKADA PASAMAN 27 Juni 2010
25 PILKADA PASAMAN BARAT 27 Juni 2010
26 PILKADA PADANG PARIAMAN 27 Juni 2010
27 PILKADA LIMA PULUH KOTO 27 Juni 2010
28 PILKADA AGAM 27 Juni 2010
29 PILKADA KOTA BUKITTINGGI 27 Juni 2010
30 PILKADA SAWAHLUNTO SIJUNJUNG 02 Agustus 2010
31 PILKADA PESISIR SELATAN 01 Agustus 2010
32 PILKADA TANAH DATAR 20 Agustus 2010


R I A U
33 PILKADA DUMAI (KOTA) 27 Juni 2010
34 PILKADA INDRAGIRI HULU 11 Juni 2010
PILKADA JAMBI 26 Juni 2010
35 PILKADA BATANGHARI 20 Desember 2010
36 PILKADA TANJUNGJABUNG BARAT 14 Desember 2010


SUMSEL
37 PILKADA OGAN KOMERING ULU 25 Juni 2010
38 PILKADA OKU TIMUR 25 Juni 2010
39 PILKADA OKU SELATAN 25 Juni 2010
40 PILKADA OGAN ILIR 25 Juni 2010
41 PILKADA MUSI RAWAS 25 Juni 2010

PILKADA BENGKULU 27 Juni 2010
42 PILKADA SELUMA 27 Juni 2010
43 PILKADA MUKO-MUKO 27 Juni 2010
44 PILKADA KAUR 27 Juni 2010
45 PILKADA REJANG LEBONG 27 Juni 2010
46 PILKADA LEBONG 27 Juni 2010
47 PILKADA KEPAHIANG 27 Juni 2010
48 PILKADA BENGKULU UTARA 12 Desember 2010

LAMPUNG
49 PILKADA LAMPUNG SELATAN 27 Juni 2010
50 PILKADA LAMPUNG TIMUR 27 Juni 2010
51 PILKADA WAY KANAN 27 Juni 2010
52 PILKADA BANDAR LAMPUNG 27 Juni 2010
53 PILKADA METRO 27 Juni 2010
54 PILKADA LAMPUNG TENGAH

>> Real Quick Count - Perhitungan Cepat Hasil Pilkada (Menjaga Suara)
>> Survei Pilkada: Indonesia Election Center - IndEC



BANGKA BELITUNG
55 PILKADA BANGKA TENGAH 18 Juni 2010
56 PILKADA BANGKA BARAT 18 Juni 2010
57 PILKADA BANGKA SELATAN 18 Juni 2010
58 PILKADA BELITUNG TIMUR 18 Juni 2010

KEPRI
59 PILKADA LINGGA
60 PILKADA KABUPATEN BINTAN (ex Kepri)

JABAR
61 PILKADA SUKABUMI
62 PILKADA KOTA DEPOK
63 PILKADA BANDUNG
64 PILKADA INDRAMAYU
65 PILKADA KARAWANG


JATENG
66 PILKADA KENDAL
67 PILKADA SEMARANG (KOTA)
68 PILKADA BLORA
69 PILKADA REMBANG
70 PILKADA BOYOLALI
71 PILKADA SUKOHARJO
72 PILKADA SURAKARTA (KOTA)
73 PILKADA MAGELANG (KOTA)
74 PILKADA PURBALINGGA
75 PILKADA KEBUMEN
76 PILKADA PEKALONGAN (KOTA)
77 PILKADA SEMARANG
78 PILKADA WONOGIRI
79 PILKADA KLATEN
80 PILKADA PURWOREJO
81 PILKADA WONOSOBO
82 PILKADA PEMALANG

DI YOGYAKARTA
83 PILKADA BANTUL
84 PILKADA SLEMAN
85 PILKADA GUNUNG KIDUL


>> Real Quick Count - Perhitungan Cepat Hasil Pilkada (Menjaga Suara)
>> Survei Pilkada: Indonesia Election Center - IndEC



JATIM
86 PILKADA KOTA SURABAYA
87 PILKADA PONOROGO
88 PILKADA SUMENEP
89 PILKADA GRESIK
90 PILKADA LAMONGAN
91 PILKADA NGAWI
92 PILKADA SITUBONDO
93 PILKADA BANYUWANGI
94 PILKADA JEMBER
95 PILKADA SIDOARJO
96 PILKADA KOTA PASURUAN
97 PILKADA KOTA BLITAR
98 PILKADA MALANG
99 PILKADA TRENGGALEK
100 PILKADA MOJOKERTO
101 PILKADA BLITAR
102 PILKADA PACITAN


BANTEN
103 PILKADA SERANG 19 Juni 2010
104 PILKADA KOTA CILEGON 05 Juni 2010


BALI
106 PILKADA KOTA DENPASAR 26 Juni 2010
107 PILKADA BADUNG 24 Juni 2010
108 PILKADA TABANAN 26 Juni 2010
109 PILKADA BANGLI 24 Juni 2010
110 PILKADA KARANGASEM 24 Juni 2010
111 PILKADA JEMBRANA 12 Oktober 2010


NTB
112 PILKADA MATARAM (KOTA) 27 Juni 2010
113 PILKADA LOMBOK TENGAH 27 Juni 2010
114 PILKADA SUMBAWA 27 Juni 2010
115 PILKADA SUMBAWA BARAT 27 Juni 2010
116 PILKADA BIMA 27 Juni 2010
117 PILKADA DOMPU 27 Juni 2010


>> Real Quick Count - Perhitungan Cepat Hasil Pilkada (Menjaga Suara)
>> Survei Pilkada: Indonesia Election Center - IndEC



NTT
118 PILKADA SUMBA BARAT 30 Juni 2010
119 PILKADA SUMBA TIMUR 30 Juni 2010
120 PILKADA MANGGARAI 27 Juni 2010
121 PILKADA MANGGARAI BARAT 27 Juni 2010
122 PILKADA NGADA 27 Juni 2010
123 PILKADA FLORES TIMUR 30 Juni 2010
124 PILKADA TIMOR TENGAH UTARA 26 September 2010


KALBAR
125 PILKADA BENGKAYANG 20 Juni 2010
126 PILKADA SEKADAU 20 Juni 2010
127 PILKADA KETAPANG 20 Juni 2010
128 PILKADA KAYONG UTARA 05 Mei 2008
129 PILKADA SINTANG 20 Juni 2010
130 PILKADA MELAWI 20 Juni 2010
131 PILKADA KAPUAS HULU 20 Juni 2010


>> Real Quick Count - Perhitungan Cepat Hasil Pilkada (Menjaga Suara)
>> Survei Pilkada: Indonesia Election Center - IndEC



PILKADA KALTENG 23 Juni 2010
132 PILKADA KOTAWARINGIN BARAT 23 Juni 2010
133 PILKADA KOTAWARINGIN TIMUR 23 Juni 2010

PILKADA KALIMANTAN SELATAN 30 Juni 2010
134 PILKADA KOTA BANJAR BARU 30 Juni 2010
135 PILKADA KOTA BANJARMASIN 30 Juni 2010
136 PILKADA BALANGAN 30 Juni 2010
137 PILKADA TANAH BUMBU 30 Juni 2010
138 PILKADA HULU SUNGAI TENGAH 30 Juni 2010
139 PILKADA BANJAR 30 Juni 2010
140 PILKADA KOTA BARU 30 Juni 2010
141 PILKADA PASIR 29 Juni 2010
142 PILKADA KUTAI KERTANEGARA 01 Juni 2010
143 PILKADA BULUNGAN 27 Juni 2010
144 PILKADA BERAU 08 Agustus 2010
145 PILKADA KOTA SAMARINDA 19 September 2010
147 PILKADA KUTIM 12 Desember 2010


>> Real Quick Count - Perhitungan Cepat Hasil Pilkada (Menjaga Suara)
>> Survei Pilkada: Indonesia Election Center - IndEC



PILKADA SULAWESI UTARA 20 Juni 2010
148 PILKADA MINAHASA UTARA 20 Juni 2010
149 PILKADA KOTA TOMOHON 20 Juni 2010
150 PILKADA MINAHASA SELATAN 20 Juni 2010
151 PILKADA KOTA MANADO 21 Juli 2010
152 PILKADA KOTA BITUNG 21 Juli 2010

SULAWESI TENGAH
153 PILKADA POSO 30 Juni 2010
154 PILKADA TOJO UNA UNA 30 Juni 2010
155 PILKADA TOLI TOLI 14 Juli 2010
156 PILKADA KOTA PALU 01 Agustus 2010

SULAWESI SELATAN
157 PILKADA GOWA 23 Juni 2010
158 PILKADA SELAYAR 23 Juni 2010
159 PILKADA BULUKUMBA 23 Juni 2010
160 PILKADA MAROS 23 Juni 2010
161 PILKADA PANGKEP 23 Juni 2010
162 PILKADA BARRU 23 Juni 2010
163 PILKADA SOPPENG 23 Juni 2010
164 PILKADA TANA TORAJA 23 Juni 2010
165 PILKADA LUWU UTARA 23 Juni 2010
167 PILKADA LUWU TIMUR 23 Juni 2010

SULAWESI TENGGARA
168 PILKADA KONAWE SELATAN 24 Juni 2010
169 PILKADA KOLAKA UTARA 26 September 2010
170 PILKADA WAKATOBI 07 Agustus 2010
171 PILKADA BOMBANA 11 September 2010
172 PILKADA MUNA 21 Juli 2010
173 PILKADA SULBAR
174 PILKADA MAMUJU 27 Agustus 2010
175 PILKADA MAMUJU UTARA 27 Agustus 2010
176 PILKADA MAJENE 15 Mei 2006


GORONTALO
177 PILKADA POHUWATO 20 Juni 2010
178 PILKADA BONE BOLANGO 20 Juni 2010
179 PILKADA GORONTALO 20 Juni 2010


MALUKU
180 PILKADA SERAM BAGIAN BARAT 23 Juni 2010
181 PILKADA SERAM BAGIAN TIMUR 23 Juni 2010

MALUKU UTARA
182 PILKADA KOTA TERNATE 27 Juni 2010
183 PILKADA HALMAHERA BARAT 27 Juni 2010
184 PILKADA HALMAHERA UTARA 27 Juni 2010
185 PILKADA KOTA TIDORE 27 Juni 2010
186 PILKADA HALMAHERA TIMUR 27 Juni 2010
187 HALMAHERA SELATAN 27 Juni 2010
188 KEPULAUAN SULA 27 Juni 2010


>> Real Quick Count - Perhitungan Cepat Hasil Pilkada (Menjaga Suara)
>> Survei Pilkada: Indonesia Election Center - IndEC



PAPUA
189 PILKADA MERAUKE 28 Juni 2010
190 PILKADA YAPEN WAROPEN 28 Juni 2010
191 PILKADA SUPIORI 28 Juni 2010
192 PILKADA BOVEN DIGOEL 28 Juni 2010
193 PILKADA MAPPI 28 Juni 2010
194 PILKADA ASMAT 28 Juni 2010
195 PILKADA YAHUKIMO 28 Juni 2010
196 PILKADA PEGUNUNGAN BINTANG 28 Juni 2010
197 PILKADA TOLIKARA 28 Juni 2010
198 PILKADA SARMI 28 Juni 2010
199 PILKADA KEEROM 28 Juni 2010
200 PILKADA KOTA JAYAPURA 01 April 2010
201 PILKADA WAROPEN 28 Juni 2010


PAPUA BARAT
202 PILKADA SORONG SELATAN 29 Agustus 2010
203 PILKADA RAJA AMPAT 29 Agustus 2010
204 PILKADA FAK-FAK 29 Agustus 2010
205 PILKADA TELUK BINTUNI 29 Agustus 2010
206 PILKADA TELUK WONDAMA 29 Agustus 2010
207 PILKADA MANOKWARI 05 November 2010
208 PILKADA KAIMANA 29 Agustus 2010